Desa Suka Maju Kukar Fokus Kembangkan Embung dan Wisata Goa Batu Gelap
Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Rencana pembangunan embung dan pengembangan kawasan wisata Goa Batu Gelap menjadi program strategis untuk mendukung ketahanan pangan Desa Suka Maju Kecamatan Tenggarong Seberang.
Program pembangunan embung dan pengembangan kawasan wisata Goa Batu Gelap tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara (Kukar) terkait arah pembangunan desa.
Kepala Desa Suka Maju, Kuswara, mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut dua program prioritas disepakati sebagai fokus pengembangan Desa Suka Maju, yakni ketahanan pangan dan sektor pariwisata.
Menurut Kuswara, rencana pembangunan embung desa menjadi salah satu program strategis untuk mendukung ketahanan pangan.
Pihaknya telah mengumpulkan data dan melakukan survei awal untuk menjadi dasar perencanaan pembangunan embung tersebut.
“Kemungkinan akan terealisasi tahun ini melalui APBD Perubahan atau di APBD murni tahun depan. Ini penting untuk mendukung ketahanan pangan desa kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain sektor pertanian dan pangan, pengembangan objek wisata Goa Batu Gelap juga menjadi perhatian.
Pasalnya, Suka Maju saat ini tengah membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar pengelolaan destinasi wisata bisa dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.
“Goa Batu Gelap adalah potensi besar. Kami sudah mulai melakukan penataan, dan tahun ini kami akan menambah dua gazebo untuk kenyamanan pengunjung,” tambahnya.
Kuswara juga mengapresiasi selesainya pembangunan jalan lingkar Goa Batu Gelap pada tahun 2024, yang dinilai sangat membantu aksesibilitas menuju lokasi wisata.
Ia berharap, dukungan infrastruktur terus berlanjut, termasuk dalam rencana pemasangan jaringan listrik yang sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
“Kami sudah komunikasi dengan Pak Arianto dari DPMD untuk jaringan listrik, agar pengunjung merasa nyaman. Ini sangat penting untuk mendukung sektor wisata,” jelasnya.
Selain dua prioritas tersebut, Kuswara juga menyebutkan bahwa ada empat program potensi desa yang telah diajukan ke Bappeda, termasuk pengembangan sumber daya alam.
Namun, karena keterbatasan anggaran daerah, hanya dua program yang mendapat respon untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
“Kami sadar, anggaran daerah terbatas dan harus dibagi-bagi. Jadi yang direspons dulu hanya dua program utama,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)



