Clicky

Rabu, 27 Januari 2021

Dampak Wabah Virus Corona di China, Nelayan Kaltim Gagal Ekspor Kepiting

Ilustrasi

KLIKSAMARINDA – Wabah virus Corona di China berdampak terhadap perekonomian warga Indonesia. Tak terkecuali bagi warga nelayan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Penyebabnya adalah penutupan akses transportasi udara di Jakarta ke negara China sejak merebaknya informasi penyebaran wabah virus Corona

Misal nelayan dan pengumpul kepiting di Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Para nelayan di Anggana Kukar terpaksa membuang kepiting siap ekspor ke China.

Point of View:  Peringatan HUT Samarinda, Ketua DPRD Samarinda Nyatakan Pentingnya Membangun SDM Menyambut IKN

Padahal, kepiting ekspor itu telah tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan. Namun, karena penutupan akses tranportasi pesawat cargo di Jakarta ke China, kepiting nelayan Kukar itu gagal berangkat dan dikembalikan ke Anggana.

Warga nelayan Kukar pun membuang sebagian kepiting siap ekspor itu ke Sungai Mahakam karena mati dan membusuk. Bagi Amir, nelayan pencari kepiting asal Muara Pantuan, Kukar, kepiting mati akibat terlalu lama di tempat penyimpanan.

Point of View:  Waspada Covid-19, KPU Keluarkan Edaran Pola Jam Kerja dan Tahapan Pemilihan 2020

”Ada ratuan kepiting yang dibuang ke sungai karena membusuk. Harusnya, kepiting ini dikirim ke pengepul di Jakarta Sabtu, 25 Januari 2020 lalu,” ujar Amir, Senin 27 Januari 2020.

Amir dan nelayan di Kukar lainnya mengalami kerugian akibat gagal ekspor itu. Kerugian mencapai ratusan juta karena kepiting tidak bisa dikirim ke Negara Tiongkok dan membusuk. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Send us an email to kliksamarinda.com