Warta

Hadiri Acara Halal Bi Halal Bersama PWI Kaltim, Andi Harun Ajak Jaga Kondusivitas Jelang Aksi 21 April

Kliksamarinda.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menghadiri kegiatan halal bihalal bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) bertema “Jurnalisme Kenabian” yang digelar di Jalan Biola, Samarinda, Sabtu 18 April 2025.

Dalam kesempatan itu, Andi Harun hadir sebagai narasumber sekaligus memanfaatkan momentum silaturahmi untuk berdiskusi langsung dengan para jurnalis. Ia mengaku senang dapat berbincang santai usai acara, membahas berbagai isu, termasuk peran media dalam menjaga stabilitas daerah.

“Saya diundang oleh PWI sebagai narasumber dalam acara halal bihalal dan silaturahmi. Tapi yang paling penting, kita bisa berdiskusi dan bertukar pikiran setelah acara selesai,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Andi Harun secara khusus meminta dukungan PWI untuk turut menjaga kondusivitas Kota Samarinda, terutama menjelang rencana aksi damai pada 21 April. Ia menekankan pentingnya peran media dalam membangun suasana yang aman dan sejuk di tengah masyarakat.

Menurutnya, dinamika yang berkembang di masyarakat kerap dipengaruhi oleh arus informasi yang beredar di media. Karena itu, ia berharap insan pers dapat menyajikan pemberitaan yang menenangkan dan tidak memperkeruh keadaan.

“Samarinda ini rumah besar kita bersama. Kita harus menjaganya tetap kondusif. Salah satu faktor yang bisa memengaruhi naiknya tensi adalah sumber bacaan di media. Karena itu, saya minta teman-teman PWI membantu menghadirkan berita yang menyejukkan,” tegasnya.

Selain itu, Andi Harun juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan media ke depan. Ia menyebut media sebagai jembatan antara sumber informasi dan masyarakat, sekaligus pilar keempat demokrasi yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Ia menegaskan, pemerintah membutuhkan media sebagai mitra yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan kritik yang konstruktif.

“Media adalah pilar demokrasi yang mampu memengaruhi arah perjalanan sebuah daerah. Karena itu, kami memandang PWI sebagai mitra strategis yang konstruktif. Pemerintah tidak selalu benar, sehingga perlu ada koreksi yang membangun,” pungkasnya. (*)

Penulis: Harpiah AM

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *