Update Covid-19 Kaltim, Kasus Positif Berjumlah 6486 Orang | KLIKSAMARINDA
Fokus News

Update Covid-19 Kaltim, Kasus Positif Berjumlah 6486 Orang

KLIKSAMARINDA – Penambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam rentang dua hari terakhir berada di atas angka 100 kasus. Pada 16 September 2020, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim mencatat penambahan kasus konfirmasi yang dilaporkan mencapai jumlah 217 kasus. Penambahan terjadi kembali pada Kamis 17 September 2020 sebanyak 169 kasus.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menyebutkan, hingga 17 September 2020, kasus konfirmasi Covid-19 di Kaltim mencapai total jumlah 6486 kasus. Penambahan ini terjadi selain karena massifnya tracing juga masih rendahnya tingkat pencegahan penularan Covid-19 di masyarakat.

Andi Muhammad Ishak

“Hari ini (17 September 2020) ada penambahan kasus positif sebanyak 169 kasus. Kasus berasal dari Berau 11 kasus, Kutai Kartanegara 47 kasus, Kutai Timur 6 kasus, Paser 7 kasus, Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 26 kasus, Bontang 4 kasus, dan Samarinda 67 kasus. Sehingga total kasus hingga saat ini mencapai 6486 kasus konfirmasi positif,” ujar Andi Muhammad Ishak saat merilis perkembangan kasus Covid-19 di Kaltim melalui aplikasi Zoom, 17 September 2020.

Selain melaporkan penambahan kasus konfirmasi positif, Andi Muhammad Ishak juga melaporkan penambahan pasien sembuh Covid-19 sebanyak 102 kasus. Kasus sembuh berasal dari Berau 22 kasus, Kutai Timur 18 kasus, Paser 8 kasus, Penajam Paser Utara 20 kasus, Bontang 17 kasus, dan Samarinda 17 kasus

Point of View:  Ingin Jadi Relawan Penanganan Covid-19 di Fasilitas Karantina, Dinkes Samarinda Buka Rekruitmen

Sementara penambahan pasien meninggal dunia sebanyak 5 kasus, yaitu berasal dari Balikpapan 3 kasus dan Samarinda 2 kasus.

Andi Muhammad Ishak kembali menegaskan agar masyarakat melakukan pencegahan penularan Covid-19 secara maksimal. Masyarakat diharapkan jangan merasa kuat dan sehat sehingga mengabaikan begitu saja apa yang telah anjurkan pemerintah dan protokol kesehatan. Terpenting adalah bagaimana menjaga diri masing-masing agar tak tertular.

“Jika masyarakat merasa kuat dan mengabaikan anjuran pemerintah tentu dampaknya besar bahkan bisa menyebabkan penularan bertambah parah. Karena itu, sangat diperlukan bagaimana menjaga diri sendiri dengan baik,” ujar Andi Muhammad Ishak. (*)

Save on your hotel - hotelscombined.com
DMCA.com Protection Status