Tuntut Sisa Pembayaran Tender Proyek, Ormas Demo Anarkis Diamankan Polisi | KLIKSAMARINDA
News

Tuntut Sisa Pembayaran Tender Proyek, Ormas Demo Anarkis Diamankan Polisi

KLIKSAMARINDA – Aksi menuntut pembayaran tender kontrak proyek dilakukan sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas), di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu siang, 9 Mei 2020. Aksi berlangsung di tengah pandemi Covid-19 dan bulan suci Ramadhan.

Melihat aksi premanisme tersebut Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman yang ada di lapangan, langsung memerintahkan menangkap anggota ormas yang berbuat onar dan mengganggu ketertiban.

Para pelaku kemudian dibawa ke ke Mako Polresta Samarinda untuk menjalani pemeriksaan. Namun, sebagian anggota ormas mengaku tidak tahu persoalan dan mereka hanya ikut-ikutan saja.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Asa, sekitar 49 anggota ormas yang membuat keributan di komplek rumah dan perkantoran PT Putra Tanjung di Jalan Tantina, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, dipicu karena masalah sisa pembayaran proyek pengecatan gedung di Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara.

“Mereka datang dengan gaya premanisme. Bahkan membawa sajam dan sempat ada pengrusakan. Selain itu mereka juga menyekap pekerja gudang di perusahaan ini,” jelas Damus.

Jajaran Polresta Samarinda pun mengamankan 49 anggota ormas yang berasal dari Kutai Kartanegara itu. Awalnya, aksi berjalan terti. Namun, aksi berubah menjadi anarkis, bahkan sebagian massa memaksa karyawan perusahaan untuk keluar kantor dan melakukan pengerusakan.

Point of View:  Camat Samarinda Kota Minta PNS Jadi Pelopor dan Agen Informasi Pencegahan Covid-19

“Kami terpaksa melakukan penegakan hukum karena mereka telah melakukan kegiatan anarkis dan meresahkan warga sekitar tempat mereka melakukan aksi,” kata Kompol Damus Asa di Mako Polresta Samarinda Sabtu sore, usai memeriksa para anggota ormas itu.

Menurut Kompol Damus Asa, para pendemo ini langsung diamankan ke Mapolresta Samarinda karena sudah melakukan aksi kriminal dan bukan lagi menuntut hak mereka di perusahaan.

“Untuk tahap awal kita amankan mereka karena membawa senjata tajam dan mengancam sejumlah warga, untuk yang lainnya masih kita kembangkan,” ujar Kompol Damus Asa. (Jie)

Save on your hotel - hotelscombined.com
DMCA.com Protection Status