News

Tinggalkan Paradigma Lama, DLH Samarinda: Sampah Harus Dikelola Ditingkat Sumber

KLIKSAMARINDA – Upaya penanganan dan pengurangan sampah intens dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda. Dulu, pola yang digunakan hanya sekadar mengumpulkan, mengangkut, kemudian membuang.

“Itu paradigma lama. Sampah harusnya dipilah Ini Itu yang sekarang kami lakukan dan sosialisasikan,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Iswanto. “Intinya, sampah harus dikelola ditingkat sumber,” timpalnya, saat diwawancara Klik Samarinda disela Sedekah Sampah, Minggu 16 Februari 2020, pagi tadi di GOR Segiri.

Sampah rumah tangga, ujar Iswanto, sebenarnya memiliki nilai ekonomis. Botol plastik, kardus, hingga koran, misalnya, bisa dijual kepada pemulung dan pengepul.

Menurut Iswanto, setiap tahun informasi ini disampaikan DLH Kota Samarinda kepada masyarakat. “Kalau agenda resmi, kami terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Targetnya bahkan 20 kali setahun secara bertahap di kecamatan dan kelurahan. Belum lagi ke sekolah, mulai SD, SMP, dan SMA, tentang bagaimana memilah sampah yang baik dan benar hingga menjadi nilai ekonomis,” urainya.
Bagi Iswanto, sampah memang punya nilai ekonomis. Pengelolaan dan pengurangan volume sampah saat ini, adalah upaya mengubah paradigma masyarakat.

“Agar sampah tidak menjadi masalah serius bagi perkembangan kota, kami terus melakukan sosialisasi tentang cara pengolahan sampah, khususnya pada pengurangan sampah,” ujarnya.

Iswanto menyatakan penyuluhan pengolahan sampah itu sebagai upaya memberi pemahaman kepada warga agar dapat memilah sampah organik dan nonorganik sebelum membuangnya ke tempat pembuangan sementara (TPS), sehingga jumlah sampah dapat dikurangi.

“Warga yang diundang mengikuti sosialisasi di setiap kecamatan tersebut adalah mereka yang berperan penting di lingkungannya masing-masing, di antaranya ketua RT dan tokoh masyarakat,” sebutnya.

“Kami berharap setelah sosialisasi tersebut, baik ketua RT maupun tokoh masyarakat akan menyampaikan kembali pengetahuan yang mereka terima kepada warga agar bisa menyebar ke masing-masing lingkungan,” tambahnya.
Dengan pemberian pemahaman tersebut, lanjut Iswanto, setidaknya warga bisa ikut berperan aktif dan berpartisipasi dalam menjalankan program Pemkot Samarinda. (*)