Fokus News

Penjelasan Tim Gugus Tugas Covid–19 Kaltim Soal Beda Data Pasien dengan Kabupaten Kota

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak

KLIKSAMARINDA – Data jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Provinsi Kaltim terjadi perbedaan Per 16 Mei 2020. Berdasarkan versi Gugus Tugas Covid-19 Kukar, jumlah kasus positif di Kukar sebanyak 40 kasus. Sedangkan data versi Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kaltim menyebutkan jumlah kasus positif Covid-19 di Kukar 41 kasus.

Dalam teleconference melalui aplikasi Zoom Cluod Meeting, Senin 18 Mei 2020, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak menerangkan, mengakui terdapat sejumlah perbedaan informasi terkait jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dengan pengawasan (PDP) maupun pasien yang terkonfirmasi antara yang dirilis provinsi dan kabupaten kota seringkali terjadi perbedaan data.

Menurut Andi Muhammad Ishak, perbedaan data dan informasi tersebut satu di antaranya karena karena pelaporan data terjadi pada waktu yang berbeda saat closing data.

“Perbedaan informasi terkait jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dengan pengawasan (PDP) maupun pasien yang terkonfirmasi antara yang dirilis provinsi dan kabupaten kota seringkali terjadi perbedaan data. Ini terjadi karena pelaporan data terjadi pada waktu yang berbeda closing data,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Hal lain yang menyebabkan perbedaan data, menurut Andi Muhammad Ishak adalah tidak semua hal yang dilaporkan ke Provinsi.

“Sehingga beberapa hal juga bisa terjadi perbedaan perbedaan. Namun kami senantiasa tetap update perkembangan kasus sereal mungkin sesuai dengan data yang diberikan kepada kami dan sebagai wujud tanggung jawab kami untuk memberikan data sebenar-benarnya,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Persoalan lainnya dalam perbedaan data tersebut, imbuh Andi Muhammad Ishak adalah tidak semua ODP dan OTG dilakukan uji swab dan tidak dilapor secara penuh. Tetapi PDP dilakukan uji swab semua sehingga bisa menyebabkan perbedaan data.

“Semuanya nanti sama setelah dikonfirmasi. Yang kami rilis di provinsi adalah semua data yang dirilis atau terkonfirmasi oleh pusat,” ujar Andi Muhammad Ishak. (*)