Clicky

Selasa, 26 Januari 2021

Pemuda Galon Yang Viral di Balikpapan Pulang Kampung

Foto: Ist

KLIKSAMARINDA – Aksi Dedi Purnomo (27), warga dusun Putukrejo, Desa Kemantren, Jabung, sempat viral di media sosial. Dedi waktu itu nekat berenang menggunakan dua buah galon kosong dan terapung di perairan laut Balikpapan, Kalimantan Timur atau Kaltim beberapa waktu lalu.

Dedi Purnomo sempat terapung selama 3,5 jam sebelum ditemukan oleh nelayan Balikpapan.

Nah, pada Sabtu malam, 19 Desember 2020, Dedi Purnomo tiba di rumahnya, di Malang, setelah dipulangkan dan diongkosi Pemkot Balikpapan. Dedi Purnomo datang disambut Camat Jabung, Hadi Sutjipto yang ditugasi langsung oleh Bupati Malang, HM.Sanusi untuk di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Point of View:  Update Covid-19 Kaltim Kasus Positif Sudah 19.300

Kedatangan Dedi sudah ditunggu orang tua dan warga setempat yang diketahui sudah menunggu sejak sore hari.

Bupati Sanusi spontan memberikan bantuan uang tunai senilai Rp 5 juta dan bantuan sembako yang diserahkan oleh Kadinsos Kabupaten Malang H Nurhasyim, SH.Msi. Nurhasyjm menyatakan Bupati Sanusi selama ini sangat konsern dan menaruh perhatian yang besar terhadap setiap warga masyarakat Kabupaten Malang.

Salah satunya seperti nasib yang dialami Dedi Purnomo tersebut.

Point of View:  Gerindra Kaltim Dukung 7 Bakal Calon di Pilkada Serentak

“Beliau (Bupati) memang sangat tanggap terhadap berbagai persoalan yang dialami warga, dan cepat memberikan keputusan seperti yang kita lakukan saat ini,” ujar Nurhasyim.

Dedi Purnomo mengaku aksi nekatnya tersebut dilakukan karena keinginannya untuk pulang ke kampung halamannya di Jabung. Dedi Purnomo baru lima bulan di Balikpapan dan bekerja di sebuah warung.

Karena kondisi tangan Dedi Purnomo yang berkekurangan, maka sang majikan memecatnya. Karena itu, sewaktu dia mau pulang ke Malang, Jawa Timur, Dedi Purnomo tak memiliki ongkos.

Point of View:  Final Duta Wisata Samarinda, Ini Yang Jadi Juara

“Saya baru lima bulan disana (Balikpapan Kaltim) kebetulan saya kerja di warung, namun majikan melihat tangan saya yang cacat, langsung memberhentikan saya, praktis saya gak ada kerjaan, meski ada kakak, tapi sungkan, mau pulang gak ada biaya, makanya saya nekat dengan berbagai cara agar bisa pulang, pikiran saya sudah buntu terus nekat berenang dengan mengandalkan galon kosong,” ujar Dedi Purnomo kepada media setempat. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Send us an email to kliksamarinda.com