Pemprov Kaltim dan GIZ Jerman Bahas Transformasi Ekonomi Hijau

KLIKSAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menerima audiensi Kementerian PPN/Bappenas bersama tim kerja sama pembangunan dari Pemerintah Jerman melalui GIZ Indonesia dan ASEAN di Balikpapan, Kamis 11 September 2025.
Pertemuan tersebut membahas progres kerja sama sekaligus dukungan untuk mewujudkan transformasi ekonomi Kaltim yang tangguh, berkelanjutan, dan inklusif.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Rudy menegaskan transformasi ekonomi Kaltim bukan sekadar meninggalkan ketergantungan pada batubara.
Menurutnya, saat ini lebih dari sepertiga ekonomi Kaltim masih ditopang batubara, sementara lebih dari setengah pendapatan daerah berasal dari sektor tersebut.
Namun, permintaan global terhadap batubara terus menurun sehingga diperlukan langkah cepat mencari penopang baru.
“Transformasi ekonomi bukan pilihan, tetapi kebutuhan mendesak. Ini bukan hanya soal keberlanjutan, tetapi juga soal masa depan lapangan kerja masyarakat Kaltim,” tegas Rudy.
Sejak 2024, Forum Konsultasi Daerah (FKD) telah merumuskan 15 sektor prioritas.
Beberapa sektor lama seperti sawit, karet, dan perikanan tetap dikembangkan.
Di sisi lain, sektor baru seperti bioavtur, panel surya, dan green hydrogen menjadi fokus kerja sama dengan pemerintah Jerman untuk mempersiapkan transisi energi berkeadilan.
Gubernur juga menekankan pentingnya keterampilan hijau atau green skills. Hal ini agar masyarakat Kaltim mampu beradaptasi dengan perubahan, berinovasi, dan mengambil peran dalam pembangunan ekonomi baru yang ramah lingkungan.
Sementara itu, Direktur Ketenagakerjaan Bappenas, Nur Higyawati Rahayu, menyebut penciptaan pekerjaan hijau sebagai langkah penting.
Senada, Uke Mohammad Hussein dari Bappenas menilai arah transformasi Kaltim sudah sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai tindak lanjut, Kaltim akan menjadi tuan rumah Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) dan International Capacity Development Program (ICDP) pada 13–17 Oktober 2025 di Samarinda.
Kegiatan ini akan menghadirkan lebih dari 45 delegasi internasional dari tujuh negara dengan agenda seminar, talkshow pekerjaan hijau, serta kunjungan lapangan ke lokasi pascatambang.
Kepala Bappeda Kaltim Yusliando optimistis langkah ini akan mengubah citra Kaltim. “Dulu dikenal sebagai penghasil batubara, kini Kaltim ingin dikenal sebagai contoh global transformasi ekonomi hijau,” ujarnya. (Adv/Diskominfo Kaltim)




