Warta

Kos Bebaya Syariah Samarinda Tembus Okupansi 60 Persen, Jadi Andalan PAD Daerah

KLIKSAMARINDA – Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda terus mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah melalui pengembangan unit usaha produktif.

Salah satu yang kini mulai menunjukkan hasil adalah pengelolaan Kos Bebaya Syariah di Kota Samarinda, yang tingkat huniannya telah melampaui 60 persen dari total 50 kamar yang tersedia.

Direktur Utama Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, menjelaskan kos tersebut dirancang sebagai kos putri dengan konsep syariah, namun tetap terbuka bagi seluruh kalangan tanpa membedakan latar belakang agama.

“Konsep syariah di sini lebih pada sistem dan tata kelola. Bukan berarti hanya untuk muslimah. Non-muslim juga boleh tinggal. Tapi aturan dan pengelolaannya mengikuti prinsip syariah,” ujarnya.

Menurut Syamsuddin, operasional kos mulai disimulasikan sejak akhir Oktober. Meski bukan periode awal tahun ajaran baru yang biasanya menjadi puncak permintaan hunian mahasiswa tingkat okupansi sudah menembus lebih dari 30 kamar terisi.

Ia menilai capaian tersebut cukup positif sebagai tahap awal. Pihaknya juga membuka peluang bagi penghuni kos lain yang ingin berpindah ke hunian dengan fasilitas dan sistem keamanan lebih baik.

Kos Bebaya Syariah menjadi bagian dari skema kerja sama pemanfaatan aset dengan Pemerintah Kota Samarinda yang juga ditujukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berdasarkan pola yang telah ditetapkan, 60 persen hasil bersih masuk ke kas pemerintah kota, sementara 40 persen menjadi porsi Varia Niaga.

“Dari porsi Varia Niaga itu, 30 persen laba bersih perusahaan juga wajib disetorkan kembali sebagai kontribusi PAD. Karena sekarang Varia Niaga sudah mulai mencatat laba,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas, kos ini dilengkapi sejumlah sarana penunjang yang jarang ditemui di hunian sejenis, antara lain musala berukuran besar, working space, dapur umum di setiap lantai dengan tabung gas gratis, layanan laundry, serta area komunal untuk berkumpul.

Aspek keamanan menjadi keunggulan utama. Seluruh penghuni dan petugas di area kos adalah perempuan, termasuk tenaga keamanan. Akses bagi laki-laki dibatasi ketat dan hanya diperbolehkan masuk dengan persetujuan manajemen atau dalam kondisi darurat.

“Ini menjadi solusi bagi orang tua yang khawatir soal keamanan anaknya. Aktivitas juga kami batasi sampai pukul 22.00 WITA,” kata Syamsuddin.

Tarif sewa ditetapkan berkisar antara Rp2 juta hingga Rp2,3 juta per bulan, menyesuaikan tipe kamar dan fasilitas. Di kawasan yang sama, Varia Niaga juga menyiapkan pengembangan Bebaya Mart sebagai fasilitas pendukung, yang akan mencakup kafe, toko alat tulis kantor, dan minimarket.

Konsep kos-kosan tersebut saat ini masih menunggu persetujuan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebelum resmi dioperasikan.

“Konsepnya sudah kami siapkan dan presentasikan. Tinggal menunggu persetujuan sebelum resmi dirilis,” pungkasnya. (*)

Penulis: Harpiah AM

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker