Kasus Tewasnya Pemuda di Dalam Sumur Dengan Tangan Terikat, Polisi Pastikan Korban Terjatuh | KLIKSAMARINDA
News

Kasus Tewasnya Pemuda di Dalam Sumur Dengan Tangan Terikat, Polisi Pastikan Korban Terjatuh

KLIKSAMARINDA – Polisi memastikan HB (56), warga Jalan Pahlawan, Gang 3, RT 30, Kecamatan Samarinda Ulu, yang meninggal di dalam sumur dengan tangan terikat tali rapia tewas karena terjatuh saat mengambil air di sumur samping rumahnya. Setelah melakukan penyelidikan dan hasil autopsi oleh tim forensik Rumah Sakit AW Syahranie, polisi tidak menemukan tandaa-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kompol Damus Assa mengatakan tali yang mengikat tangan korban tidak terikat sempurna. Hasil pengecekan, tali itu hanya melilit kedua tangan korban. Bahkan tali sejenis yang melilit tangan korban banyak terdapat di kamarnya, dengan model simpul dan ikatan yang sama.

“Menurut keterangan keluarga, bahwa yang bersangkutan suka bermain tali. Korban memiliki riwayat kelainan jiwa jadi saat kambuh korban kerap mencelakakan dirinya sendiri, kadang mengikat tubuhnya dengan kawat, dan itu sering dilihat oleh tetangga korban,” ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Asa, dalam keterangannya pada Minggu, 19 April 2020.

Berdasarkan olah TKP oleh Tim Macan Borneo di lokasi juga tidak ditemukan tanda tanda terjadinya tindakan kriminal. Kedalaman sumur sedalam 7 meter menjadi penyebab korban tidak ditemukan saat dicari oleh keluarganya.

Point of View:  Kata Pakar dan Akademisi Soal Rusmadi: "Saya Yakin Beliau Bisa Mengawal" (Bag. 3)

“Baru hari keempat korban muncul karena mengalami penggembungan dan dilihat oleh kakak korban yang sedang melakukan pencarian,” ujar Kompol Damus Asa.

Hilangnya HB sempat dilaporkan keluarga kepihak kepolisian. Setelah melakukan pencarian selama 4 hari, jenazahnya ditemukan di dalam sumur. Korban ditemukan oleh Joko (60) kakak kandung korban di dalam sumur dalam posisi terkelungkup. (Jie)

Save on your hotel - hotelscombined.com
DMCA.com Protection Status