Fokus News

Innalillahi Dua PDP di RS IA Moeis Samarinda Meninggal Dunia Lalu Terkonfirmasi Positif Covid-19

Andi Muhammad Ishak
Andi Muhammad Ishak

KLIKSAMARINDA – Seorang pasien dengan pemantauan (PDP) di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) meninggal dunia, pada 4 Juli 2020. Pada Selasa 7 Juli 2020, pasien tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Dalam rilis Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, pasien tersebut diketahui merupakan SMD 71 laki-laki berusia 54 tahun yang dirawat di RS IA Moeis Samarinda. Pada 4 Juli 2020, hasil tes swab pertama keluar dengan hasil negatif.

“SMD 71 Laki-laki 54 tahun merupakan PDP dengan keluhan demam, batuk dan sesak nafas dengan komorbid DM. Pada tanggal 26 Juni pasien dirujuk ke RSUD IA Moeis dan dilakukan rawat inap. Pada tanggal 5 Juli kondisi pasien memburuk dan pasien meninggal pada pukul 06.00 Wita. Hasil konfirmasi positif covid-19 pada tanggal 7 Juli 2020,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak, Selasa 7 Juli 2020 melalui telecenference via aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Selain PDP yang telah meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19 di Samarinda, berita duka atas meninggalnya pasien positif Covid-19 juga datang dari Kutai Kartanegara.

Pasien merupakan laki-laki 68 tahun, KKR 73, merupakan PDP dengan keluhan demam dan sesak nafas dengan komorbid penyakit jantung, pada tanggal 1 Juli pasien berobat ke RSUD IA Moeis.

“Pada tanggal 2 Juli 2020, kondisi pasien memburuk sehingga dilakukan pengambilan swab. Pasien meninggal pukul 18.00 WITA dan hasil terkonfirmasi positif Covid-19 pada tanggal 7 Juli 2020,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Andi Muhammad Ishak melaporkan, penambahan kasus meninggal dunia  per 7 Juli 2020 di Kaltim mencapai 11 kasus. Seluruhnya merupakan pasien dengan penyakit penyerta. Sementara pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 603 kasus.

“Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ada sebanya 603, kasus sembuh 452, meninggal 11 kasus, dan masih dirawat 140 kasus,” ujar Andi Muhammad Ishak. (*)