EBIFF Kaltim 2025 Strategi Penguatan Ekraf dan Pariwisata

KLIKSAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan bahwa East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 bukan hanya menjadi ajang pertukaran budaya, tapi juga strategi memperkuat sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, dalam rapat finalisasi EBIFF di Ruang Sapta Pesona, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Selasa 22 Juli 2025.
“Event ini tidak hanya untuk ajang pertukaran budaya tetapi juga sebagai momentum penggerak ekonomi, apalagi kita sedang berada di fase efisiensi anggaran sejak awal tahun,” ujar Sri Wahyuni.
Dengan persiapan yang sudah mencapai 85 persen, Pemprov Kaltim tetap melakukan pengecekan menyeluruh menjelang gladi kotor yang dijadwalkan pada Kamis.
Sri menegaskan pentingnya kehadiran langsung di lapangan untuk memastikan kesiapan teknis dan logistik.
“Ini bukan rapat terakhir. Besok pagi kami akan turun langsung untuk memastikan kesiapan,” katanya.
EBIFF Kaltim 2025 ini merupakan penyelenggaraan kedua dan mendapat perhatian serius dari tim pusat.
Terutama terkait standar pelaksanaan festival bertaraf internasional. Sri menyatakan pihaknya telah melakukan evaluasi dan belajar dari gelaran EBIFF tahun sebelumnya.
“Kita belajar dari tahun sebelumnya agar pelaksanaan tahun ini lebih well-organized. Khususnya pada aspek sanitasi, tata pencahayaan, serta penataan alur tamu internasional,” tuturnya.
Dengan target pengunjung antara 5.000 hingga 10.000 orang, festival ini akan menampilkan pameran, seni budaya, hingga kunjungan seniman asing ke sekolah-sekolah.
Ia menyebut interaksi positif tahun lalu antara peserta lokal dan seniman Jepang serta Korea Selatan menjadi bukti keberhasilan pendekatan budaya dua arah.
“Mereka belajar budaya kita dan kita belajar budaya mereka. Ini menjadi nilai tambah,” ucapnya.
Terkait destinasi wisata, Pemprov Kaltim akan mengevaluasi penggunaan Watu Beach dan mulai mengeksplorasi opsi lain.
“Wisata pantai masih menjadi favorit pengunjung, khususnya dari Eropa. Tapi kami juga akan eksplorasi destinasi baru agar lebih variatif,” pungkasnya. (Pia/Adv/Diskominfo Kaltim)




