DSBK XVI di Samarinda Siap Digelar, Panitia Bakal Luncurkan Buku Antologi Puisi 3 Negara
KLIKSAMARINDA – Dialog Serantau Borneo-Kalimantan (DSBK) XVI bakal segera digelar di Samarinda Ibu Kota provinsi Kalimantan Timur pada 17-20 Juni 2025.
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltim, Syafril TH Noor, dalam jumpa pers di Samarinda, Senin 9 Juni 2025, DSBK XVI yang akan berlangsung selama empat hari ini digarap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Disbikbud Kaltim) bekerja sama dengan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltim.
Kini panitia telah melakukan serangkaian persiapan untuk menggelar dialog sastrawan dari tiga negara.
Adapun peserta berasal dari perwakilan negara Indonesia yang diwakili Kalimantan, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
“Dialog para sastrawan ini dikemas dalam Dialog Serantau Borneo-Kalimantan (DSBK) merupakan forum pertemuan para karyawan atau sastrawan dari tiga negara, khususnya sastrawan di Pulau Borneo atau Kalimantan,” kata Syafril.
DSBK XVI 2025 di Samarinda ini akan membahas berbagai hal terkait perkembangan bahasa, sastra, dan budaya di wilayah Borneo.
Tak hanya itu, DSBK XVI ini juga merupakan ruang untuk menggagas ide penguatan dan pemajuan bahasa, sastra, dan budaya.
Syafril menjelaskan, pertemuan sastrawan tiga negara dalam satu pulau ini telah berlangsung sebanyak 16 kali.
Rangkaiannya pertama kali digelar di Miri, Sarawak (Malaysia) pada 1987. Kedua digelar di Kinabalu, Sabah (Malaysia) pada 1989.
DSBK ketiga berlangsung di Brunei Darussalam pada 1992 dan keempat di Pontianak, Kalbar (Indonesia) pada 1995.
Kelima di Labuan (Malaysia) pada 1998, keenam di Kuching, Sarawak pada 2000, ketujuh di Banjarmasin, Kalsel (Indonesia) pada 2003, kedelapan di Sandakan, Sabah pada 2005, kesembilan di Brunei Darussalam pada 2007, ke-10 di Samarinda, Kaltim (Indonesia) pada 2011.
Ke-11 di Labuan (2013), ke-12 di Kuching, Sarawak (2015), ke-13 di Pontianak, Kalbar (2017), ke-14 Kinabalu, Sabah (2019), ke-15 di Brunei Darussalam (2023), dan ke-16 segera digelar Samarinda, Kaltim (2025).
Sementara Wakil Sekretaris Panitia DSBK XVI sekaligus penanggung jawab seminar dalam acara tersebut, Amin Wangsitalaja, mengatakan bahwa Provinsi Kaltim kali ini menjadi tuan rumah kedua kalinya.
Kaltim sebelumnya pernah menjadi tuan rumah pada 2011. Namanya saat itu masih Dialog Borneo-Kalimantan (DBK), belum disisipi kata ‘serantau’ (serumpun).
DSBK ke-16 tahun ini, tutur Amin, mengusung tema “Nusantara dan Penguatan Sastra Melayu: Merawat Estetika dan Didaktika”.
“Dalam pertemuan sastra internasional ini diharapkan terkuak jejak estetika dan didaktika (pembelajaran) sastra dan peran kerajaan nusantara dalam penguatan sastra, utamanya sastra Melayu,” ujar Amien.
Tujuan DSBK XVI 2025 lainnya adalah demi mengukuhkan ulang komitmen para sastrawan Melayu untuk selalu memperkuat aspek estetika dalam karya yang diciptakan dengan tidak meninggalkan aspek didaktika sebagai spirit yang tidak ditanggalkan oleh falsafah Melayu.
“Dalam DSBK 2025 ini akan dihadiri 200 peserta dari tiga negara, kemudian ada pameran buku yang diterbitkan masing-masing peserta,” katanya.
Panitia DSBK 2XVI 2025 kini tengah mempersiapkan proses penerbitan buku kumpulan puisi dari peserta tiga negara dengan judul ‘Jejak Perigi di Tanah Melayu’. Rencananya panitia akan memamerkan buku tersebut pada DSBK XVI di Samarinda. (*)



