Kampung Tenun Samarinda Terus Ditata, Pemkot Bakal Bangun Dermaga Wisata
Kliksamarinda.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan konsep pengembangan kawasan Kampung Tenun di Samarinda Seberang sebagai destinasi wisata terpadu berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Program ini digarap melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta Bank Indonesia.
Pengembangan Kampung Tenun Samarinda bukanlah program baru. Menurut Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Samarinda, Marnabas Patiroy, program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah dirancang sebelumnya oleh Wali Kota Samarinda. Fokus utamanya adalah penataan kawasan permukiman sekaligus memperkuat identitas Kampung Tenun sebagai ikon wisata khas daerah.
“Ini bukan launching pertama. Dulu sudah kita canangkan sebagai Kampung Tenun, dan sekarang terus kita tingkatkan. Perencanaannya sudah ada, termasuk penataan rumah-rumah di bagian dalam agar menjadi satu kesatuan kawasan dengan identitas tenun yang kuat,” ujarnya pada Selasa siang, 31 Maret 2026.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak kini semakin menguat. Selain Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) juga mulai memberikan perhatian lebih serius terhadap pengembangan kawasan tersebut.
Pemkot menargetkan Kampung Tenun menjadi destinasi wisata unggulan yang terintegrasi dengan kawasan lain di Samarinda. Salah satu rencana strategis yang disiapkan adalah pembangunan dermaga untuk mendukung konektivitas wisata susur Sungai Mahakam.
“Nantinya wisatawan dari Teras Samarinda bisa menggunakan kapal wisata susur Mahakam, lalu singgah di Kampung Tenun. Bahkan kami berharap mereka juga bisa mampir beribadah di Masjid Siratal Mustaqim, sehingga kawasan ini hidup, termasuk pada malam hari,” jelas Marnabas.
Selain itu, penguatan branding kawasan menjadi perhatian utama. Kampung Tenun akan diposisikan sebagai pusat kerajinan sarung Samarinda, sementara destinasi lain seperti Citra Niaga dan Tepian akan melengkapi pengalaman wisata belanja dan budaya di kota ini.
Pemkot juga menyoroti kendala produksi yang selama ini dihadapi para perajin, khususnya dalam memenuhi permintaan dalam jumlah besar. Untuk itu, pemerintah mendorong adanya dukungan teknologi berupa mesin tenun, tanpa menghilangkan nilai produk tradisional.
“Kita ingin ada pilihan. Ada yang tetap tradisional, ada juga yang menggunakan mesin untuk produksi massal. Ini penting agar pasar bisa dijangkau lebih luas,” tegasnya.
Kawasan Kampung Tenun Samarinda ke depan akan dikembangkan dengan konsep zonasi, menghadirkan spot-spot khusus, mulai dari produksi tradisional hingga modern. Penataan rumah warga juga akan disesuaikan dengan motif khas tenun, sehingga menciptakan pengalaman visual yang kuat bagi wisatawan. (*)
Reporter: Harpiah AM


