Warta

BREAKING NEWS: Plt Direktur RSHD Diduga Melarikan Diri, Dijemput Motor Bawa Ransel

KLIKSAMARINDA – Dugaan karyawan dan mantan karyawan Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) terhadap sikap manajemen yang hendak cuci tangan, bukan isapan jempol belaka. Rabu 7 Mei 2025 hari ini, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSHD Setiyo Irawan, A.Md.,Kep, diduga melarikan diri.

Informasi ini diterima KLIKSAMARINDA dari Muhammad Erwin Ardiansyah Dardjat, juru bicara keluarga H. Dardjat sekaligus salah satu ahli waris H. Dardjat, sekira pukul 12.02 Wita. Menurutnya, informasi ini diterima dari salah satu keluarga H. Dardjat yang tinggal tak jauh dari tempat tinggal Setiyo Irawan. “Tyo sudah kabur juga bawa ransel digonceng motor,” tulisnya di pesan singkat via aplikasi WhatsApp (WA). “Dari keluarga yang depan rumah,” sambung pesan Muhammad Erwin Ardiansyah Dardjat.

Dari penelusuran KLIKSAMARINDA, Plt Direktur RSHD Setiyo Irawan, A.Md.,Kep., diketahui tinggal di salah satu mes yang dikelola manajemen RSHD. Lokasi berada di Jalan Basuki Rahmat, bersebelahan dengan mes karyawan RSHD. Di bagian belakang mes tersebut, diketahui uga difungsikan sebagai dapur yang menyajikan makanan untuk para pasien RSHD yang menjalani proses rawat inap.

Seperti diketahui, nasib Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) benar-benar di ujung tanduk. Rabu 7 Mei 2025 hari ini, RSHD resmi berhenti beroperasi. Fakta itu diketahui dari terbitnya surat pengumuman tertanggal Rabu 7 Mei 2025 yang beredar di antara karyawan Dan mantan karyawan RSHD.

Dalam pengumuman itu tertulis, seluruh operasional dan pelayanan di RSHD dihentikan sementara. Alasannya, manajemen RSHD akan melakukan pembenahan menyeluruh. Sementara untuk hak-hak karyawan, disebut akan dibayarkan paling lambat Jumat 29 Agustus 2025 mendatang. Pengumuman tersebut ditandatangani oleh Plt Direktur RSHD Setiyo Irawan, A.Md.,Kep.

Dari pantauan KLIKSAMARINDA, suasana di RSHD memang tampak sepi. Tak ada aktivitas apapun. Kecuali satu dua security yang tampak berjaga. Selain menutup pintu pagar di halaman parkir Gedung Jamrud RSHD, portal juga terpasang di jalan menuju parkir Gedung Nilam RSHD.

Berhentinya aktivitas di RSHD sudah terlihat sejak Senin 5 Mei 2025. Di Unit Gawat Darurat (UGD) yang terletak di depan Gedung Nilam RSHD, nyaris tak ada aktivitas apapun. Selain tidak ada pasien, perawat dan dokter jaga pun tidak terlihat.

Sementara itu, mantan karyawan RSHD, Y –yang enggan namanya dipublikasikan– juga berpendapat serupa. Bagi Y, keempat manajemen RSHD harus bertanggung jawab terhadap hak-hak mereka yang hingga saat ini belum jelas kepastiannya. “Ijazah dan surat pengalaman kami masih ditahan manajemen RSHD. Kalau begini, kepada siapa kami berkomunikasi? Mereka semua tidak mau berkomunikasi kepada kami untuk hal sepele seperti ini,” ucap Y.

Y menyebut, HRD RSHD Mentari Oktamelina juga seolah cuci tangan. Pasalnya, penyerahan ijazah dan surat pengalaman kerja yang masih ditahan manajemen RSHD justru dilimpahkan kepada staf manajemen RSHD Bernama Sutarto. “Pak Tarto itu apa wewenangnya? Selama ini cuma bisa disuruh-suruh memperbaiki ini-itu di RSHD. Semua ini menunjukkan manajemen RSHD mau cuci tangan terhadap emua tanggung jawabnya selama ini,” tegas Y. “Jangan cuma bisa memerintah kami, giliran ada masalah embunyi semua,” timpalnya.

Selain tu, KLIKSAMARINDA bukan tanpa upaya untuk melakukan wawancara langsung kepada manajemen RSHD. Diantaranya kepada Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Direktur Utama (Dirut) PT Medical Etam (ME) drh. Iliansyah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSHD Setiyo Irawan, A.Md.,Kep., General Manager (GM) RSHD Sulikah Amir, dan HRD RSHD Mentari Oktamelina.

Selanjutnya, Senin 17 Maret 2025, media ini mencoba melakukan konfirmasi melalui call center dan datang langsung ke RSHD. Namun tak mendapat respon. Bahkan, untuk kesekian kalinya, KLIKSAMARINDA kembali melakukan konfirmasi melalui call center RSHD, Selasa 22 April 2025, sekira pukul 15.24 Wita. Melalui salah satu petugas Front Office (FO), Rizka Adnaya, media ini sempat menjelaskan maksud konfirmasi kepada manajemen RSHD mengenai pelbagai masalah yang kini jadi atensi publik.

Tak hanya sampai disitu, KLIKSAMARINDA juga menyampaikan telah mengikuti prosedur yang diminta untuk janji temu kepada manajemen RSHD. Sayangnya, upaya tersebut tak membuahkan hasil. “Kalau untuk ngomong langsung ke manajemen kayaknya agak sulit,” kata Rizka Adnaya. (fai)

 

 

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *