Clicky

Kamis, 21 Januari 2021

SMSI Dorong Pemerintah Bentuk Crisis Center Pengendalian Virus Corona

Pemerintah dinilai perlu segera membuat Crisis Center terkait pengendalian virus corona. Kesimpulan itu mengemuka dalam diskusi terbatas di kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di jalan Veteran II No. 7C Jakarta, pada Selasa pagi 3 Maret 2020.

Diskusi tersebut merespons pernyataan Presiden Joko Widodo, satu hari sebelumnya yang berisi informasi adanya dua warga Indonesia positif virus corona. Kedua warga Indonesia tersebut saat ini sedang dirawat secara intensif di RSPI Sulianti Saroso, Sunter Jakarta.

Point of View:  Boat Tabrak Tongkang di Samarinda, 1 Orang Hilang

Sesaat setelah pengumuman Presiden kemarin, warga secara spontan berbondong-bondong membeli masker dan hand sanitizer di sejumlah apotek. Bahkan, kepanikan warga terlihat juga di sejumlah supermarket di Jakarta dengan memborong bahan-bahan pokok (sembako) seperti beras, telur, mie instans, dan air mineral.

“Saya kira kepanikan warga terjadi secara spontan dan itu lumrah terjadi. Sebaliknya pemerintah perlu menyikapi dengan bijak dan antisipatif, yang intinya memberi rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat dalam menghadapi situasi krisis terkait virus corona ini,.” demikian Firdaus, Ketua Umum SMSI, melalui rilis.

Point of View:  Aduh, Sambutan Samarinda Jadi Sarang Pengolahan Minyak Mentah Ilegal

Lebih lanjut, Firdaus mengatakan crisis center yang dimaksud, bertujuan diantaranya menyediakan informasi dan tahapan langkah-langkah yang seharusnya dilakukan oleh para pihak, khususnya warga masyarakat dan para pelaku usaha dalam menghadapi situasi krisis yang diakibatkan merebaknya virus Covid-19 di bumi Nusantara ini. Bentuk respon cepat pemerintah juga sangat diperlukan terutama agar dampak virus Corona ke sektor perekonomian serta pariwisata dapat diminimalisir.

Point of View:  Bantuan Subsidi Upah TPK Non PNS Rp1,8 Juta, Ini Syaratnya

Firdaus juga menghimbau kepada seluruh anggota SMSI yang berjumlahnya lebih dari 1000 media online dari sabang sampai merauke, untuk mengantisipasi berita-berita Hoax terkait virus Corona yang mulai tersebar di media sosial dengan cara menyajikan informasi jernih dan berbasis data.

“Masyarakat kita perlu dihadirkan berita-berita sejuk dan edukatif terkait virus Corona ini. Itu adalah tugas kita sebagai media sahabat masyarakat,” demikian pungkas Ketua Umum SMSI. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Send us an email to kliksamarinda.com