Kukar Kaltim Kedatangan 10 Alpaca Australia untuk Pengembangan Agrowisata

KLIKSAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) kedatangan penghuni baru hewan yang langka ketika sepuluh ekor alpaca asal Australia mendarat di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Menurut keterangan pihak Karantina Kaltim, hewan eksotis berkaki panjang dari keluarga camelidae ini akan menjadi daya tarik baru dalam pengembangan agrowisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kesepuluh alpaca Australia yang terdiri dari tujuh ekor betina dan tiga ekor jantan ini menjalani serangkaian pemeriksaan ketat sebelum diizinkan memasuki wilayah Kaltim. Perjalanan panjang hewan-hewan ini dimulai dari Australia, lalu transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, hingga akhirnya tiba di Balikpapan pada Jumat, 16 Mei 2025 lalu.
“Tindakan karantina sangat penting untuk mencegah masuknya HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina) yang bisa membahayakan populasi ternak lokal,” jelas drh. Dian Rahmawati selaku Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Bandara SAMS melalui keterangan tertulis, dikutip Senin 19 Mei 2025.
Proses karantina alpaca Australia ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, petugas Karantina Banten langsung melakukan tindakan karantina awal untuk memastikan alpaca bebas dari berbagai penyakit berbahaya. Setelah dinyatakan aman, hewan-hewan tersebut kemudian diterbangkan ke Kaltim.
Setibanya di Bandara SAMS Sepinggan, Karantina Kaltim melanjutkan prosedur pemeriksaan yang komprehensif terhadap alpaca Australia tersebut. Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi observasi visual kondisi tubuh secara menyeluruh, pengukuran suhu tubuh, pemeriksaan detail pada mata, hidung, mulut, dan kelenjar getah bening, serta pengamatan perilaku hewan untuk mendeteksi gejala-gejala tidak normal.
Selain pemeriksaan fisik, petugas juga melakukan verifikasi dokumen berupa Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-1) dari daerah asal untuk memastikan legalitas dan status kesehatan alpaca Australia. Setelah semua tahapan pemeriksaan dilalui dan kesepuluh alpaca dinyatakan sehat, Petugas Karantina menerbitkan Sertifikat Pelepasan (K-9.2) yang memungkinkan hewan-hewan tersebut dibawa ke lokasi tujuan di Kutai Kartanegara.
Kehadiran alpaca Australia ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi objek wisata di Kalimantan Timur, khususnya di sektor agrowisata yang sedang berkembang di Kukar. Dengan daya tarik unik dan penampilannya yang eksotis, alpaca diharapkan dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kukar.
Pengembangan agrowisata berbasis hewan langka seperti alpaca Australia ini diharapkan juga dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kalimantan Timur yang selama ini lebih dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya. (*)




