Clicky

Senin, 25 Januari 2021

Kipli Nekat Terjun ke Sungai Karang Mumus Karena Dikejar Polisi

KLIKSAMARINDA – Seorang pria bernama Kipli nekat terjun ke Sungai Karang Mumus, Samarinda, Sabtu 29 Agustus 2020. Penyebabnya, polisi mengejar Kipli di sekitar wilayah Lambung Mangkurat, Samarinda.

Namun, setelah terjun, Kipli yang merupakan warga Jalan Lambung Mangkurat, Hj Mastur, RT 33, Kelurahan Pelita, tak muncul ke permukaan. Warga setempat kemudian heboh dan melaporkan kejadian tersebut kepada Tim Basarnas Samarinda.

Point of View:  Karena Banjir Bukan Takdir Samarinda (Bagian I)

Setelah menerima laporan dari masyarakat, Tim Basarnas Samarinda dipimpin Kepala Unit Basarnas Samarinda Riqi Efendi, langsung melakukan pencarian di lokasi kejadian. Polisi juga turut melakukan pencarian.

“Dapat kami laporkan bahwa telah terjadi satu orang tenggelam pada pukul 14:15 Wita, Sabtu 29 Agustus 2020 sekitar pukul 13:30 Wita. Korban bernama Kipli (30) dilaporkan menghilang setelah lompat dari Jembatan 3 ke dalam Sungai Karang Mumus, Samarinda,” ujar Riqi Efendi.

Point of View:  KPU Samarinda Tetapkan Andi Harun dan Rusmadi Kepala Daerah Terpilih

Kipli diketahui melompat ke Sungai Karang Mumus Jembatan 3 Lambung Mangkurat, Samarinda setelah pada pukul 13:50 Wita dalam pengejaran pihak kepolisian. Korban kemudian nekat menceburkan diri ke Sungai Karang Mumus dengan cara melompat dari Jembatan 3.

“Korban sempat berenang. Tim melakukan pencarian sekitar 50 meter dari titik korban tenggelam,” ujar Riqi Efendi.

Point of View:  Update Covid-19 Kaltim 16 April 2020, Terkonfirmasi Positif 44 Orang

Tim Rescue bergerak menuju ke lokasi kejadian menggunakan Rescue Truck dan Peralatan SAR Air berupa alat selam. Sejumlah unsur ambil bagian dalam pencarian di antaranya Unit Siaga SAR Samarinda, pihak kepolisian, hingga relawan dan anggota TNI.

Tim pencarian korban sempat melakukan putaran ombak di sekitar Kipli tenggelam. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Send us an email to kliksamarinda.com