Ini Dia Putri-Putra Pelajar Kaltim 2026

KLIKSAMARINDA – Carlin Alexandra Navratilova Handaya dan Stanislaus Nathan Aradian Purba resmi dinobatkan sebagai Putri dan Putra Pelajar Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keduanya menyatakan rasa syukur atas pencapaian tersebut serta berkomitmen untuk berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan di Benua Etam.
Carlin Alexandra, siswi SMP Santo Fransiskus Assisi Kota Samarinda, mengaku tidak menyangka dapat meraih gelar Putri Pelajar Kaltim 2026. Ia menilai kemenangan tersebut sebagai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya merasa diberkati. Saya tidak melihat mahkota atau selempang ini sebagai simbol status, tetapi sebagai tanggung jawab untuk bertindak, menginspirasi, dan memimpin pelajar serta dunia pendidikan di Kalimantan Timur,” ujarnya, seperti dikutip KLIKSAMARINDA dari unggahan @beritapemprovkaltim di Instagram.
Ia juga berbagi pengalaman selama menjalani masa karantina. Carlin menyebut keterbatasan waktu untuk berganti pakaian serta cuaca panas menjadi tantangan tersendiri.
Ke depan, Carlin menyadari tantangan terbesarnya adalah memimpin serta mengajak pelajar di Kaltim untuk bergerak bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menegaskan tetap berkomitmen untuk membawa perubahan positif meskipun tidak semua pihak sepakat dengan langkah yang diambil.
“Saya ingin dunia pendidikan di Kaltim menjadi lebih baik, dan saya siap menjalani tanggung jawab itu,” tegasnya.
Sementara itu, Stanislaus Nathan, siswa Sekolah Murid Merdeka yang berasal dari Ibu Kota Nusantara (IKN), juga mengungkapkan rasa syukur atas terpilihnya sebagai Putra Pelajar Kaltim 2026. Ia mengaku tidak menargetkan posisi juara sejak awal kompetisi.
“Saya sangat senang dan bersyukur. Awalnya saya berpikir hanya bisa masuk lima besar, tetapi ternyata bisa meraih juara pertama,” ucapnya.
Nathan menilai kondisi cuaca menjadi kendala utama selama rangkaian kegiatan berlangsung. Selain itu, dia memaparkan rencana konkret selama masa jabatannya, yakni membangun pojok baca di kawasan IKN. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar dan masyarakat umum.
“Literasi pelajar Indonesia saat ini masih berada di peringkat 71 dari 81 negara. Saya ingin berkontribusi meningkatkan budaya membaca melalui program pojok baca,” tutup Nathan. (*)




