Efisiensi Layanan Kesehatan, Sekda Kukar Dorong ASN dan Warga Gunakan Pendaftaran Online
Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong efisiensi dalam pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan mengoptimalkan sistem pendaftaran online bagi pasien rumah sakit.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, dalam pertemuan bersama pemangku kepentingan sektor kesehatan, Senin 19 Mei 2025.
Sunggono menegaskan bahwa masalah antrean panjang di rumah sakit bukan semata-mata karena kapasitas fasilitas. Persoalan tersebut juga karena kurangnya pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat.
“Kalau antrean itu, kan macam-macam sebabnya, ya. Termasuk karena waktu dan tempat pelayanan. Justru sekarang, rumah sakit sudah memiliki waktu tunggu yang sangat baik, tidak lama. Masalahnya banyak pasien yang tidak memanfaatkan layanan daftar online,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat sering datang langsung ke rumah sakit tanpa mendaftar lebih dulu. Sehingga berdampak terhadap warga dan masuk dalam urutan belakang.
Hal ini terjadi karena pasien pendaftar manual telah didahului oleh pasien yang sudah melakukan pendaftaran secara online.
“Misalnya sudah dijadwalkan jam 12, tapi pasien datang jam 9 pagi berharap langsung dilayani. Padahal, jam 9 itu slotnya sudah penuh dengan pasien lain yang daftar online lebih awal,” jelasnya.
Sunggono juga menekankan, pentingnya kesadaran para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi contoh dalam memanfaatkan aplikasi pendaftaran online yang telah disediakan.
Dengan begitu, waktu tunggu bisa ditekan dan pelayanan menjadi lebih cepat dan tertib.
“Khusus ASN harusnya menjadi contoh. Kita punya aplikasinya, jadi tidak perlu datang lebih awal jika memang slot-nya bukan pagi,” tambahnya.
Dia berharap, dengan semakin terintegrasinya sistem digital dan meningkatnya literasi masyarakat, kualitas pelayanan kesehatan akan semakin meningkat dan antrian panjang di rumah sakit bisa diminimalisir secara signifikan.
“Secara keseluruhan, pelayanan kita sudah sangat baik. Tapi tetap perlu edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar mereka lebih paham alur dan sistem layanan yang tersedia,” tutup Sunggono. (Adv/Diskominfo Kukar)



