Tempias Hujan di Pasar Pagi Samarinda, Disdag Tunggu Desain Teknis Penanganan

KLIKSAMARINDA – Hujan disertai angin kencang yang terjadi pekan lalu menyebabkan air hujan masuk atau menembus (tempias) ke sejumlah area di gedung baru Pasar Pagi Samarinda.
Kondisi tempias hujan di Pasar Pagi Samarinda tersebut memicu keluhan dari para pedagang yang baru mulai menempati bangunan tersebut. Terutama karena aktivitas jual beli terganggu.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu desain perencanaan teknis penanganan tempias yang sedang disiapkan oleh dinas teknis bersama kontraktor pelaksana.
“Penanganan teknisnya sedang dipersiapkan. Kami masih menunggu desain dan contoh material yang akan digunakan,” kata Nurrahmani belum lama ini.
Ia menjelaskan, sejak awal Disdag telah berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana pembangunan Pasar Pagi.
Meski persoalan tempias hujan tersebut berada di luar perencanaan awal, kontraktor disebut bersedia membantu melakukan perbaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral.
“Dari kontraktornya yang akan melakukan penanganan. Memang ini di luar perencanaan awal, tetapi mereka bersedia membantu karena merasa ini menjadi beban moral yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya tidak bisa serta-merta memutuskan bentuk penanganan maupun material yang akan digunakan sebelum mendapatkan contoh desain secara detail.
Ia bahkan meminta agar desain tersebut dilengkapi dengan visual atau video agar dapat dipahami secara menyeluruh sebelum diajukan kepada Wali Kota Samarinda untuk mendapatkan persetujuan.
“Saya tidak bisa langsung memutuskan. Contoh bahannya harus dibawa dulu, nanti saya sampaikan ke Pak Wali untuk dipilih. Saya juga minta desainnya diperlihatkan secara visual, bahkan kalau bisa dalam bentuk video, supaya jelas bentuk penanganannya seperti apa,” jelasnya.
Penanganan tempias hujan ini rencananya tidak hanya dilakukan pada satu titik. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, air hujan dilaporkan masuk hingga ke beberapa lantai dan sisi kanan serta kiri bangunan.
“Bukan hanya di satu lantai, tetapi sampai ke bawah. Titik-titiknya sudah kami data dan sampaikan ke kontraktor. Di posisi-posisi itulah nanti akan dilakukan penanganan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Harpiah AM




