Dinas Pertanian Bantah Serangan Tikus Di Maluhu sebabkan Gagal Panen

Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membantah adanya penyataan yang menyatakan bahwa serangan hama tikus yang terjadi di desa Maluhu menyebabkan gagal panen beberapa waktu lalu.
Serangan hama tikus yang terjadi di Kelurahan Maluhu tidak sebanding dengan luasan sawah yang ada di Kecamatan Maluhu.
“Yang terserang hanya di tempat pak Yani karena lahan yang berada di dekatnya sangat kotor dan tidak digarap jadi cuma 0.0 persen dari lahan pertanian yang ada di Maluhu,” kata Rosita, Penyuluh Pertanian Desa Maluhu Kecamatan Tenggarong, kepada Klik Samarinda Kamis, 15 Mei 2025.
Lebih lanjut Rosita mengatakan bahwa lahan pertanian yang ada di Maluhu saat ini sejumlah 128 hektare. Namun ada hektare 28 hektare tidak tergarap.
“Jadi yang tergarap saat ini ada 100 hektare, dan yang terserang hama tikus cuma tempat pak Yani saja yang ada di pinggiran,” jelas Rosita.
“Jadi kalau dikatakan gagal panen, tidak demikian. Karena kalau dikatakan gagal, pastinya tidak ada hasil yang dibawa pulang,” tegas Rosita.
Selain itu, Rosita juga mengatakan bahwa hasil panen para petani di desa Maluhu di tahun 2025 juga cukup baik. Hasil panen di desa tersebut mampu mencapai 4 sampai 4,5 ton per hektare.
Hingga saat ini, Dinas Pertanian Kutai Kartanegara sendiri telah melakukan upaya untuk mendukung kegiatan pertanian.
Antara lain dengan memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan kapur untuk mengoptimalkan lahan pertanian.
Kelurahan Maluhu sendiri dikenal memiliki potensi pertanian yang besar dan pernah menjadi contoh swasembada pangan di wilayahnya. (Suriyatman)



