Warta

Belasan Dosen Fakultas Farmasi Unmul Terancam Perpindahan Homebase, Ada Apa?

Polemik Pemindahan Dosen yang Kontroversial di Universitas Mulawarman

KLIKSAMARINDA – Konflik internal mencuat di civitas akademika Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman (Unmul). Sebanyak 13 orang dosen diusulkan untuk dipindahkan ke fakultas lain melalui surat Permohonan Penataan Homebase Nomor: 01949/UN17.12/KP/00/2025 yang ditandatangani pada 14 Maret 2025.

Latar Belakang Pemindahan yang Kontroversial

Rencana pemindahan ini menimbulkan berbagai pertanyaan dan keberatan, terutama dari perwakilan dosen Dr. Rolan Rusli. Para dosen yang terancam perpindahan memiliki latar belakang pendidikan beragam, mencakup kimia organik, kimia fisika, kimia analitik, biokimia, dan manajemen.

Ironisnya, perpindahan ini dilakukan tanpa persetujuan dari dosen-dosen bersangkutan, yang dianggap melanggar beberapa peraturan kepegawaian, di antaranya:

– Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Mutasi
– Peraturan Menteri Ristekdikti No 91 tahun 2017 tentang Perpindahan Dosen

Argumentasi Pentingnya Dosen Lintas Keilmuan

Menariknya, keberadaan dosen dengan latar belakang keilmuan berbagai disiplin ilmu bukanlah hal baru di perguruan tinggi. Beberapa fakultas farmasi terkemuka di Indonesia, seperti ITB, UI, dan UGM, telah lama menerapkan sistem serupa dengan melibatkan dosen dari berbagai latar belakang keilmuan.

Dosen-dosen yang diusulkan dipindahkan memiliki peran strategis dalam:
– Pengajaran mata kuliah ilmu dasar
– Kontribusi dalam penelitian
– Pengabdian masyarakat
– Pencapaian akreditasi unggul fakultas

Tuntutan Transparansi dan Keadilan

Dr. Rolan Rusli menekankan perlunya transparansi dalam proses ini. “Kami meminta penghentian proses pemindahan homebase yang dapat mengganggu iklim akademis,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Kamis 27 Maret 2025.

Persoalan semakin kompleks dengan belum adanya kejelasan alasan fundamental pemindahan, terutama mengingat para dosen telah berkontribusi signifikan dalam pencapaian akreditasi fakultas.

Konteks Perguruan Tinggi

Pemindahan ini juga memunculkan pertanyaan tentang konsistensi perlakuan. Beberapa pejabat fakultas sendiri memiliki latar belakang keilmuan yang serupa dengan dosen-dosen yang akan dipindahkan.

Unmul kini dihadapkan pada tantangan untuk menjelaskan dan menyelesaikan konflik internal ini secara transparan dan berkeadilan. Pihak Unmul sendiri belum memberikan keterangan resmi mengenai polemik tersebut. (*)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *