Clicky

Mereka yang Meneroka Belantara di Nagri Paser (3-Habis)

Karsimah adalah generasi dan transmigran pertama dari Kabupaten Tuban –Jawa Timur. Kini, ia berusia 70 tahun.

KARSIMAH menceritakan, Desa Semoi Dua saat itu masih berbentuk hutan belantara. Untuk menempuh perjalanan keluar, ia bahkan harus menginap di hutan dengan bekal selendang sebagai alas tidur. “Sedih sekali. Jam 12 malam masih di jalan. Selendang pernah saya pakai untuk alas tidur sama anak-anak,” tutur Karsimah, dalam bahasa Jawa, seperti dikutip dari Detik.

Saat epidemi malaria tropika, Karsimah mengaku tidak menjadi korban. Saat itu, justru ia yang ikut menolong para transmigran yang sakit. “Kalau malaria itu yang di hutan dalam sekali. Kalau sudah ada yang kena, mereka ke rumah saya. Numpang mandi dan makan. Yang mati kemudian dipikul dengan sarung. Soalnya belum ada mantri kesehatan dan lain-lain,” lanjutnya. Karsimah mengaku ikut program transmigrasi ini karena ajakan sanak saudaranya. Program tersebut seperti menjanjikan masa depan yang gemilang saat itu.

MEDIO 1957, Sidorejo menjadi tujuan transmigran dari Pulau Jawa. Desa yang merupakan pemekaran dari Kelurahan Petung –Kecamatan Penajam– itu menyimpan cerita kelam. Terutama bagi mereka yang menginjakkan kaki pertama di sana, jauh sebelum ditetapkan menjadi ibukota Indonesia.

Saat itu, Presiden Soekarno sudah menginisiasi program transmigrasi. Transmigran dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, merupakan kelompok masyarakat yang mendominasi Desa Sidorejo. Detailnya, transmigran yang telah puluhan tahun tinggal di Desa Sidorejo berasal dari Kabupaten Banyuwangi –Jawa Timur– dan Kabupaten Banyumas –Jawa Tengah.

“Saya tidak tahu persis berapa banyak jumlah transmigran saat itu. Saya mendengar cerita kalau setiap romongan transmigran ada kepala regunya,” ucap Muhaji, Kepala Desa Sidorejo, Muhaji, saat berkisah kedatangan transmigran pertama ke wilayahnya pada 1957.

“Rombongan yang ada kepala regunya itu posnya di dulu Kelurahan Petung, pos penampungan. Setelah itu diarahkan ke lokasi yang sudah ada nomornya,” timpalnya, seperti dikutip Klik Samarinda dari Detik. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com