Clicky

Rabu, 27 Januari 2021

Hadapi Musim Banjir di Samarinda, Petani Butuh Early Warning System

KLIKSAMARINDA – Banjir di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) telah terjadi sejak Sabtu, 11 Januari 2020. Sejumlah wilayah terendam air dan mengakibatkan dampak turunan yang kompleks.

Seperti banjir yang melanda lahan pertanian di Kelurahan Lempake. Sejumlah petani tak menyangka jika banjir akan melanda lahan pertanian mereka dalam waktu 3 hari, hingga Senin 13 Januari 2020.

Point of View:  Keterangan Sementara Tim Medis Soal Lebam di Tubuh Jenazah Tahanan Lapas Samarinda

Apalagi, banjir kali ini melanda lahan pertanian mereka ketika musim tanam tiba. Sekitar 250 hektare sawah dan lahan tanam palawija terancam gagal tanam. Bibit terendam air dan terancam membusuk atau tercabut karena aris deras air.

Pun, beberapa alat pertanian seperti traktor turut terendam bersama bibit yang baru tanam.

“Banjir kemarin itu mendadak, jadi kita tidak tahu. Kalau saja ada peringatan, mungkin kami tidak akan tanam dulu. Tiga traktor terendam,” ujar Didi, seorang petani di RT 25, Kelurahan Lempake.

Point of View:  Bupati Kubar FX Yapan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menurur Didi, petani tidak memiliki kemampuan memprediksi datangnya banjir. Karena itu, para petani mengharapkan adanya sistem peringatan dini (early warning system) untuk mengantisipasi banjir.

“Ya, butuh informasi kalau ada banjir,” ujar Didi.

Hingga Senin siang, lahan pertanian di Lempake Samarinda tergenang banjir. Para petani pun hanya bisa pasrah sambil menunggu air surut.

DMCA.com Protection Status
error: Send us an email to kliksamarinda.com