SMSI Desak RUU HIP Dicabut | KLIKSAMARINDA
News

SMSI Desak RUU HIP Dicabut

Pleno SMSI

KLIKSAMARINDA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang beranggotakan lebih dari 1000 perusahaan media siber di seluruh Indonesia membahas masalah kebangsaan yang terbelah gara-gara produk DPR. Produk legislasi DPR terakhir yang menimbulkan perpecahan di masyarakat adalah Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

“Kami prihatin terhadap produk DPR yang hanya menimbulkan polarisasi dan perpecahan dalam masyarakat,” ujar Ketua SMSI, Firdaus, dalam rapat pleno Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jumat sore 26 Juni 2020, melalui aplikasi Zoom yang dihadiri para pengurus SMSI.

Sedikitnya ada empat poin di dalam RUU HIP yang paling banyak diprotes oleh berbagai kalangan. Pertama, tidak dicantumkannya TAP MPRS soal pelarangan PKI dan komunisme dalam konsideran.

Kedua adanya frasa “Ketuhanan yang berkebudayaan” dalam pasal 7 ayat (1) dan konsep Trisila dan Ekasila dalam pasal 7 ayat (2) yang dinilai mengesampingkan agama. RUU HIP tersebut telah disahkan menjadi RUU inisiatif Dewan Perwakilan Rakya (DPR).

SMSI dalam menyikapi RUU HIP tersebut, selain menolak, juga akan melakukan kajian mendalam mengenai apa saja yang akan kena dampak negatif kalau sampai RUU HIP disahkan.

Rapat pleno tersebut selain membahas rencana rapat kerja nasional SMSI, juga membicarakan persoalan bangsa, termasuk soal Pancasila yang menjadi dasar negara. Menurut Firdaus, SMSI menyerukan agar para pengelola media massa, khususnya media siber diserukan untuk berhati-hati, dan proporsional dalam menyikapi kondisi sosial politik.

Point of View:  RS Karantina Pasien Covid-19 di Samarinda Punya Kapasitas Sebanyak Ini

Produk legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belakangan ini cenderung menimbulkan polarisasi dan perpecahan dalam masyarakat. Karena itu media massa juga diminta lebih arif dan proporsional dalam memberitakan produk legislasi DPR yang kadang-kadang mendahulukan sisi politik daripada kepentingan bangsa.

Firdaus menyatakan Pancasila yang selama ini menjadi dasar negara dan melandasi organisasi-organisasi di Indonesia harus tetap dipertahankan. Jangan ada pihak-pihak yang mengganggu, melemahkan, atau mengubah Pancasila melalui cara apapun.

“Kalau Pancasila diubah dengan RUU HIP ini, negara kita ini mau jadi apa? Pancasila juga sudah menjadi landasan organisasi kita SMSI. Kalau Pancasila diubah, mau dikemanakan arah organisasi ini,” kata Firdaus yang disambut para peserta pleno dengan kata sepakat, “RUU HIP harus dicabut”. (*)

Save on your hotel - hotelscombined.com
DMCA.com Protection Status