Clicky

RSJD Atma Husada Mahakam Kurban 7 Sapi

Direktur RS Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda, dr. Jaya Mualimin ketika menyerahkan hewan kurban untuk disembelih di halaman parkir RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur., Rabu 21 Juli 2021.

KLIKSAMARINDA – Kisah haru yang dialami Nabi Ibrahim As di kala berjuang atas perintah Allah SWT terhadap anaknya Nabi Ismail As. Nabi Ibrahim As diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putera kesayangannya Nabi Ismail As.

Walaupun sangat berat pengorbanan yang harus dilakukan Nabi Ibrahim, tetapi demi ketaatan kepada Allah SWT, Bapaknya Umat Islam ini dan puteranya Ismail, pasrah dan patuh. Namun, akhirnya Allah mengganti Ismail dengan seekor hewan “kibas” (sejenis hewan kambing).

Pun, ada pula gambaran perjuangan yang telah dilakukan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim As. Di mana, Siti Hajar berjuang penuh semangat dan pengorbanan ketika di Bukit Shafa dan Marwah untuk mencari penghidupan, terutama air di padang pasir demi hidup anaknya, Nabi Ismail As.

Tujuh kali berturut-turut dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Akhirnya atas perjuangan dan keikhlasan Siti Hajar yang selalu berusaha, termasuk berdoa. Doa yang disampaikan Siti Hajar pun didengar Allah SWT, Hajar pun menemukan mata air yang selanjutnya diabadikan menjadi sumber air zam-zam yang tidak pernah kering.

Kisah kisah itu mewarnai prosesi kurban di RS Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda, Rabu, 21 Juli 2021/ 11 Dzulhijjah 1442 H. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban berlangsung di halaman parkir RSJD Atma Husada, Kalimantan Timur.

Menurut Direktur RS Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda Jaya Mualimin, kegiatan kurban ini seperti tahun-tahun sebelumnya yang rutin dijadwalkan menjadi khatib ketika Salat Idulfitri maupun Iduladha. Tahun ini, RS Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda memotong 7 sapi.

“Berqurban sebagai tanda cinta mati kepada Rabb nya, Segenap Pegawai RSJD Atma Husada berbondong-bondong menyampaikan hewan terbaiknya kepadaNya, sebagai simbol totalitas cinta ini,” ujar dr. Jaya Mualimin.

“.. Bukan daging2 yang sampai kepada Tuhanya tapi ketakwaan kita yang akan sampai kepada Rabbi seru sekalian alam..” sebagai wasilah syukur dan mendekatkan diri kepada-Nya sehingga usaha utk membantu penyembuhan pasien-pasiennya mendapat berkah dari Alloh Robbul Jaliil, amin ya robbal alamin,” pungkas dr. Jaya Mualimin. (*)

DMCA.com Protection Status