Senin, 8 Maret 2021 20:54:57

GeNose C19 Siap Untuk Bus dan Kereta

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa GeNose akan mulai diterapkan pada moda transportasi secara random. Alat pendeteksi Covid-29 yang dikembangkan Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut mulai digunakan mulai 5 Februari 2021.

“Saat ini, (alat) sudah mendapatkan persetujuan edar dari Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid-19,” ungkap Budi.

Namun ia menegaskan bahwa untuk transportasi bus, pemakaian alat ini tidak wajib. Hanya saja, pihaknya akan melakukan pengecekan secara random mulai 5 Februari, yang akan dimulai dari Pulau Jawa terlebih dahulu.

Ia telah memerintahkan Dirjen Perhubungan Darat untuk berkoordinasi dengan para Kadishub di seluruh Indonesia. Apabila nanti saat dilakukan pengecekan secara acak (random) dan seseorang dinyatakan positif maka yang bersangkutan tidak dibolehkan untuk berangkat.

Sementara itu, untuk transportasi kereta api, Budi menjelaskan bahwa penggunaan alat ini sifatnya wajib. Sehingga per tanggal 5 Februari 2021, penumpang kereta bisa menggunakan alat ini yang harga tesnya relatif lebih murah.

“Pada moda kereta api akan diterapkan secara wajib (mandatory) pada tanggal 5 Februari 2021,” ungkap Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan alasan mengapa moda transportasi kereta api dan bus menjadi yang pertama untuk diterapkan pengecekan Covid-19 menggunakan GeNose. Ia mengungkap bahwa harga tiket pada rute tertentu lebih murah daripada pengecekan tes Covid-19 melalui Rapid Antigen atau PCR Test.

“Karena kereta api ada jarak-jarak tertentu, katakan Jakarta-Bandung 100 ribu, kalau mesti antigen 100 ribu lagi itu kan mahal, apalagi tarif bus yang lebih murah lagi, ada yang cuma 40-50 ribu. Tapi dengan GeNose ini harganya hanya 20 ribu (sekali cek),” Budi menjelaskan.

Ia menambahkan bahwa tarif tersebut masih bisa lebih murah jika alat digunakan dalam skala besar. Harganya bisa sampai 15 ribu rupiah saja.

“Kami sudah pesan 200 unit untuk 44 titik stasiun di seluruh jawa dan sumatera,” tutur Menhub.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa Terminal pertama yang akan menggunakan GeNose adalah Terminal Pulo Gebang.

Tinggalkan Balasan

error: Terima kasih telah membaca kliksamarinda.com