Clicky

Apresiasi untuk Sang Jenderal

PRESIDEN Joko Widodo membentuk Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Tim Gernas BBI). Pembentukan tim ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2021 dengan ketua tim dijabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

Bagi saya, ini adalah reward Jokowi yang kesekian kali kepada Luhut. Rekam jejaknya sejauh ini memang tak main-main. Itu sebabnya dia menjadi saahsatu sosok yang paling dipercaya di Kabinet Indonesia Maju.

Pro-kontra memang terjadi di masyarakat. Musababnya –nyaris di waktu bersamaan– Luhut juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Itu artinya –saat ini– Luhut memegang jabatan penting di tiga bidang sekaligus.

Sudah menjadi stereotip di masyarakat kita, bahwa siapapun yang menduduki posisi penting lebih dari satu tempat, kinerjanya pasti akan dipertanyakan. Publik menilai, akan terjadi ketimpangan kinerja antara bidang satu dengan yang lain.

Jika melihat dari sisi positifnya –menurut saya pribadi– capaian seorang Luhut laik diapresiasi. Tentu bukan hal mudah bagi seseorang –bahkan dalam level menteri– bersedia mengemban tugas maha berat saat kondisi negara sedang tidak baik-baik saja. Apalagi, spektrum kerjanya sangat luas. Saya percaya, Luhut laik menerima kepercayaan tersebut.

Lantas, darimana sumber kepercayaan itu? Bagi saya, tentu capaian saat ini bukan diraih dalam satu malam. Di luar karirnya yang moncer di militer, sepak terjang Luhut sudah terlihat diawal era Reformasi pada 1999.

Dia dipercaya presiden ke 3 RI, B. J. Habibie, sebagai Duta Besar Penuh Indonesia untuk Singapura. Bayangkan, dalam tiga bulan pertama dia berhasil mengembalikan hubungan Indonesia dengan Singapura kembali seperti semula.

Di era presiden ke 4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dia bahkan diangkat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Persatuan Indonesia.

Dengan kepercayaan yang begitu besar diberikan kepadanya, tentu kita berharap Luhut tetap mampu menjaga profesionalitas dan integritasnya sebagai pejabat tinggi negara. Dan lewat uraian di atas, saya berharap ada banyak generasi muda yang memiliki keuletan bekerja seperti beliau dan melahirkan Luhut muda lainnya di Indonesia. (*)

DMCA.com Protection Status