News

Survei Rencana Uji Coba Taxi Drone di Bandara APT Pranoto Samarinda Dukung Pengembangan IKN

KLIKSAMARINDA – Tim dari produsen otomotif Korea Selatan Hyundai Motor melakukan survei rencana uji coba teknologi transportasi udara masa depan berupa taxi drone atau taxi terbang di Bandara APT Pranoto Samarinda, Selasa 6 Januari 2024.

Survei Advanced Air Mobility, sejenis taxi drone (Taxi Terbang) ini, merupakan langkah awal untuk menilai kelayakan Bandara APT Pranoto Samarinda sebagai lokasi pengujian teknologi taxi drone tersebut guna mendukung mobilitas di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada masa mendatang.

Menurut Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Maeka Rindra Hariyanto, survei yang dilakukan Hyundai Motor saat ini juga mencakup Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Kedua kota ini menjadi kandidat utama sebagai lokasi uji coba taxi drone. Hasil survei nantinya akan menentukan apakah Samarinda atau Balikpapan yang terpilih.

Menurut Maeka, Bandara APT Pranoto siap mendukung penuh rencana uji coba ini sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis IKN.

“Dari segi operasional, Bandara APT Pranoto menawarkan alternatif yang tidak terlalu padat pengunjung, menjadikannya pilihan yang menarik untuk uji coba taxi udara,” ujar Maeka.

Dari sisi kesiapan operasional, lanjut Maeka, Bandara APT Pranoto dinilai memiliki keunggulan karena tingkat kesibukan bandara yang belum terlalu padat. Kondisi ini cocok untuk pelaksanaan kegiatan uji coba seperti taxi drone. Dalam hal dukungan fasilitas, pihaknya juga siap menyediakan slot waktu dan infrastruktur yang dibutuhkan.

Pihaknya menyerahkan hasil survei ini kepada Hyundai Motor sebagai produsen untuk memutuskan Samarinda layak atau tidak untuk uji coba.

“Hasil survei ini akan menentukan beberapa opsi, termasuk jam terbang yang tersedia dan ketersediaan fasilitas di lokasi,” tegas Maeka.

Sementara itu, Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bandara APT Pranoto, Dwi Muji, juga menambahkan bahwa proses survei yang dilakukan Hyundai Motor saat ini merupakan langkah penting untuk melakukan penilaian lapangan. Apakah Bandara APT Pranoto sudah memenuhi kriteria teknis dan operasional untuk mendukung uji coba taxi drone di masa mendatang atau belum.

“Ini masih survei awal bagi produsen/provider taxi drone. Kami, sebagai bandara, mendukung rencana mereka untuk kegiatan trial yang akan dilaksanakan beberapa bulan ke depan,” ujar Dwi Muji.

Dwi menjelaskan dari sisi ketersediaan slot waktu, Bandara APT Pranoto masih sangat longgar. Beberapa waktu di sela-sela trafik penerbangan eksisting bisa dimanfaatkan untuk kegiatan uji coba nanti. Dari sisi fasilitas juga akan disiapkan agar uji coba bisa berjalan lancar.

“Dari sisi ketersediaan slot, kami masih cukup longgar. Ada beberapa jam atau waktu di sela-selanya yang dapat digunakan untuk kegiatan trial. Kami juga akan menyiapkan fasilitas dari sisi udara agar kegiatan ini dapat berjalan lancar,” ujar Dwi Muji.

Unit taxi drone pertama diperkirakan datang menggunakan kapal, dan pihak bandara sudah siap untuk menyambut kedatangannya.

“Untuk unit pertama rencananya akan didatangkan dengan kapal. Kami telah menerima informasi terkait pengiriman dan menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut unit tersebut,” jelasnya.

Rencananya uji coba tahap awal akan melibatkan 1 penumpang. Rute penerbangan dari Samarinda menuju kawasan IKN rencananya akan menggunakan sistem autopilot berbasis visualisasi digital.

“Terbangnya melalui visualisasi yang ada drag poin to poin. Mungkin dari Samarinda ke IKN. Antar lingkungan kota IKN,” ungkap Dwi Muji.

Dengan persiapan matang dari Bandara APT Pranoto Samarinda, diharapkan uji coba taxi drone ini bisa terlaksana dengan baik. Sehingga teknologi transportasi canggih ini bisa segera diimplementasikan untuk mendukung mobilitas warga IKN di masa depan. Bandara APT Pranoto siap menjadi basis pengembangan transportasi udara masa depan yang lebih ramah lingkungan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
DMCA.com Protection Status