Clicky

Proyek Normalisasi Sungai Karang Mumus Samarinda Berlanjut Tahun 2022

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Runandar usai audiensi bersama Wali Kota di Ruang Anjungan Karang Mumus, Kamis 12 Mei 2022. (Foto: Klik/Pia)

KLIKSAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus melanjutkan upaya penataan Sungai Karang Mumus. Penataan ini menyusul selesainya penataan Sungai Karang Mumus di Segmen di Pasar Segiri.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Runandar, penataan Sungai Karang Mumus terus berkoordinasi dengan Wali Kota Samarinda. Terutama terkait dengan masalah-masalah sosial di sekitar Sungai Karang Mumus.

“Memang kami sudah bekerja di Pasar Segiri, melanjutkan yang belum pernah kita tangani sisi di pasarnya. Yang kedua, kami menanyakan kepada Wali Kota berkaitan dengan kesiapan masalah sosial yang ada Segmen Ruhui Rahayu Jembatan Nibung,” ujar Runandar usai audiensi bersama Wali Kota di Ruang Anjungan Karang Mumus, Kamis 12 Mei 2022, kemarin.

Runandar menambahkan, pembongkaran pemukiman dan bangunan akan mulai dilakukan Jumat, 13 Mei 2022. Pemukiman dan bangunan tersebut berada di daerah-daerah yang lahannya sudah dibebaskan.

Runandar menjelaskan, melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan III dengan anggaran dari APBN mulai melaksanakan penguatan tebing dengan melakukan pemasangan sipel beton seperti yang dikerjakan di Segmen Pasar Segiri. Nilai anggarannya sebesar Rp33 miliar.

“Jadi lanjutannya kita mulai Jembatan Ruhui Rahayu menuju Jembatan Nibung Pasar Segiri. Dimulai dari Ruhui Rahayu karena memudahkan mobilisasi. Jadi dari hulu menuju ke hilir dan titik yang sudah bebas,” ujar Runandar.

Saat ini, pihaknya telah merencanakan untuk mulai menempatkan material. Pihaknya akan membongkar dari belakang setelah sisi Sidodadi selesai.

“Masalah sosialnya Pemkot Samarinda akan melanjutkan di sisi Temindung Permai dilanjutkan Segmen Perniagaan JB ke Tarmidi. Tapi itu bagian dari masalah sosial yang akan dilakukan Pemkot secara bertahap. Diharapkan tahun ini masalah-masalah sosial yang disebutkan tadi bisa selesai dulu,” ujar Runandar.

Runandar tidak menampik adanya kemungkinan persoalan sosial muncul kembali pada tahun 2023. Namun pihaknya akan kembali berkoordinasi bersama Wali Kota Samarinda.

Pihaknya juga berencana akan melanjutkan pembangunan drainase di Jalan S Parman menuju folder patung Lembuswana dengan untuk anggaran sekitar Rp10 miliar.

Rencananya, proyek tersebut akan dilaksanakan bekerja sama dengan Korem 091/ASN. Proyek pembangunan drainase tersebut sebelumnya telah direncanakan pada 2021 lalu.

“Jadi kami tahun ini ada rencana normalisasi folder yang ada di Vorvo, Jalan Cempedak, dan folder yang ada di sekitar patung Lembuswana. Anggaran disatukan dengan normalisasi Sungai Karang Mumus. Yang akan melaksanakan Korem/TNI. Tahun lalu kita tidak sempat melaksanakan karena waktunya tidak sempat,” ujar Runandar.

Runandar berharap, adanya normalisasi dan perbaikan pemanfaatan pompa bisa mempercepat penanganan banjir yang ada serta menghilangkan genangan air di Simpang Empat Lembuswana. (Pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status
error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda.@gmail.com