Jumat, 5 Maret 2021 14:23:53

Pangdam VI/Mulawarman Lepas 450 Prajurit Jaga Perbatasan RI-PNG

Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto didampingi Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro melepas prajurit Satgas Pamtas RI-PNG yang bertugas di Papua New Guinea, Kamis 21 Januari 2021. Foto-Ist

KLIK SAMARINDA – Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto didampingi Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro melepas prajurit Satgas Pamtas RI-PNG yang bertugas di Papua New Guinea.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 611/Awang Long ini menggantikan Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa yang telah bertugas kurang lebih sembilan bulan di daerah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini (PNG).

Satgas ini dipimpin Mayor Inf Albert Frantesca Hutagalung M. Han, yang juga Danyonif 611/Awang Long ke daerah Penugasan Pamtas RI-PNG Sektor Selatan TA 2021. Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 611/Awang Long berangkat dari pelabuhan Semayang Balikpapan menuju Merauke dengan menggunakan KRI Makasar-590.

Dalam upacara pengantaran personel prajurit TNI AD di Yonif 611 Awang Long, Jalan Soekarno Hatta, KM 2,5 Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis 21 Januari 2021 tersebut, Mayjen TNI Heri Wiranto mengingatkan agar setiap prajurit yang bertugas untuk meningkatkan kewaspadan saat bertugas di perbatasan RI-Papua New Guinea.

”Selamat atas kepercayaan yang telah diberikan negara kepada Yonif 611/Awang Long untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini. Oleh karena itu, kepercayaan ini harus dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan dengan baik, penuh semangat dan kesungguhan serta dilandasi sikap disiplin yang tinggi,” ujar Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto.

Mayjen TNI Heri Wiranto juga menyatakan bahwa kondisi daerah perbatasan RI-Papua Nugini memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi seperti penyelundupan, kegiatan illegal logging, pelanggaran perbatasan, termasuk masyarakat pelintas batas secara illegal maupun kemungkinan munculnya kembali kelompok separatis bersenjata yang ingin mengacaukan suasana di wilayah perbatasan RI- Papua Nugini, sehingga terkesan wilayah tersebut kurang kondusif.

”Hal ini harus benar-benar menjadi perhatian seluruh prajurit Satgas Pamtas Yonif 611/Awang Long selama melaksana-kan tugas pengamanan perbatasan,” ujar Mayjen TNI Heri Wiranto.

Karena itu, menurut Mayjen TNI Heri Wiranto, menghadapi kondisi yang demikian, seluruh personil yang bertugas harus terus menerus siaga dan waspada serta tumbuhkan naluri tempur dan intelijen pada diri masing-masing, sehingga dapat membaca situasi dan responsif terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

”Setiap kegiatan harus direncanakan dengan baik dan utamakan faktor keamanan dan terapkan body system sehingga tidak terjadi korban yang tidak diinginkan. Tugas di daerah perbatasan RI-Papua Nugini cukup berat, selain kalian dituntut untuk mengamankan wilayah dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, kalian juga harus mampu mengamankan diri masing-masing dan harus mampu menyelesaikan tugas pokok satuan,” ujar Mayjen TNI Heri Wiranto.

Mayjen TNI Heri Wiranto memerintahkan kepada seluruh prajurit Satgas Pamtas Yonif 611/Awang Long untuk selalu menjaga nama baik satuan.

”Tunaikanlah tugas negara ini dengan penuh keyakinan, pusatkan perhatian kalian pada tugas-tugas yang akan segera kalian hadapi. Yakinlah bahwa kami semua turut mendoakan demi keberhasilan Satgas Pamtas Yonif 611/Awang Long,” Mayjen TNI Heri Wiranto. (*)

Tinggalkan Balasan

error: Terima kasih telah membaca kliksamarinda.com