Ronal Stephen Lonteng Tinjau PDAM, DPRD Samarinda Soroti Kualitas Layanan dan Tantangan Biaya Operasional
Kliksamarinda.com – Ronal Stephen Lonteng anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, mengungkapkan hasil kunjungan lapangan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Tahun Anggaran 2025 ke Perumdam Tirta Kencana pada Selasa 28 April 2026.
Dalam kunjungan Ronal Stephen Lonteng bersama rombongan tersebut, DPRD Samarinda lakukan koordinasi sekaligus peninjauan langsung terhadap pengelolaan air bersih sebagai salah satu sektor penghasil pendapatan daerah di Samarinda.
Ronal menyampaikan apresiasi kepada jajaran direksi atas kinerja yang telah ditunjukkan, sembari menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sudah melihat langsung bagaimana pengelolaan air di Tirta Kencana. Dari sisi capaian, pemasangan instalasi air sudah mencapai 84 persen. Namun, kami masih menunggu data detail terkait 16 persen wilayah yang belum terlayani,” ujarnya.
Ia menegaskan, data tersebut penting agar DPRD dapat menjawab aspirasi masyarakat yang hingga kini belum mendapatkan akses air bersih secara optimal.
Ronal juga mengatakan tantangan yang dihadapi PDAM, khususnya terkait efisiensi anggaran dan kenaikan harga bahan baku. Menurutnya, inflasi turut memengaruhi harga komponen operasional.
“Informasi yang kami terima, harga solar industri yang digunakan hampir menyentuh Rp30.000 per liter. Ini tentu berdampak pada biaya operasional,” jelasnya.
Meski demikian, ia berharap kondisi tersebut tidak sampai membebani masyarakat melalui kenaikan tarif air. Apalagi, pendapatan PDAM disebut telah melampaui target hingga lebih dari 130 persen.
“Pendapatan meningkat, tapi yang lebih penting adalah kepuasan masyarakat. Pelayanan harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Dalam tinjauan tersebut, DPRD juga menemukan masih adanya kendala distribusi air di sejumlah wilayah, termasuk di Jalan Teuku Umar. Meski jaringan telah tersedia, aliran air belum sepenuhnya lancar.
“Masih ada rumah yang hanya mendapat angin tanpa air. Ini yang harus segera dioptimalkan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas distribusi dan air, seiring target pelayanan 100 persen pada 2029. Ia bahkan mendorong percepatan realisasi target tersebut sebelum tenggat waktu.
Tak hanya pusat kota, perhatian juga diberikan pada wilayah pinggiran Samarinda. Ronal menyebut daerah seperti Sambutan dan Samarinda Seberang masih membutuhkan peningkatan layanan.
Ronal Stephen Lonteng juga menyinggung aspirasi warga di daerah Bendang-bendang terkait pemanfaatan bekas lubang tambang sebagai sumber air alternatif untuk pertanian dan peternakan. “PDAM harus mulai menjangkau wilayah-wilayah ini. Jangan menunggu 2029, kalau bisa dipercepat, itu akan jauh lebih baik,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Harpiah AM



