Distribusi Air Samarinda Belum Merata, DPRD Minta Percepatan dan Peningkatan Kualitas Layanan
Kliksamarinda.com – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mengatakan distribusi air bersih di Kota Samarinda masih belum merata.
Meski cakupan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) telah mencapai sekitar 84 persen, Ronal menilai masih banyak warga yang belum merasakan aliran air secara optimal.
Menurut Ronal, salah satu wilayah yang hingga kini masih mengalami kendala adalah Jalan Teuku Umar.
Di kawasan tersebut, sejumlah rumah tangga dilaporkan belum mendapatkan aliran air secara lancar, bahkan ada yang hanya menerima angin dari saluran PDAM.
“Capaian 84 persen ini tentu harus diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kualitas distribusi air itu benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai sudah terpasang, tapi airnya tidak mengalir,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.
Ia menegaskan, target 100 persen layanan air bersih pada 2029 harus dibarengi dengan peningkatan kualitas air dan distribusi.
Optimalisasi jaringan dinilai menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya terdata sebagai pelanggan, tetapi benar-benar mendapatkan manfaat layanan.
Tak hanya di pusat kota, ia pun menerangkan kondisi di wilayah pinggiran Samarinda yang menurutnya masih membutuhkan perhatian lebih.
Ia mendorong PDAM untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah-daerah yang selama ini belum terlayani maksimal.
Di daerah pemilihannya, ia menyebut kawasan Bendang-Bendang sebagai salah satu contoh. Warga di sana sempat mengusulkan pemanfaatan bekas lubang tambang sebagai sumber air untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan.
“Ini menjadi masukan penting agar potensi lokal bisa dimanfaatkan PDAM juga harus mulai menjangkau wilayah-wilayah seperti Sambutan dan Samarinda Seberang,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap percepatan peningkatan layanan air bersih dapat segera direalisasikan tanpa harus menunggu hingga 2029.
Ronal optimistis target tersebut bisa dicapai lebih cepat, bahkan sebelum 2027, jika ada komitmen kuat dari semua pihak terkait.
“Kalau bisa dipercepat, itu akan jauh lebih baik. Setelah itu tinggal menjaga kualitas dan kuantitas layanan agar tetap stabil,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Harpiah AM



