Celni Pita Sari Minta UMKM Teras Samarinda II Dikurasi Ketat, Kebersihan hingga Harga Jadi Sorotan
Kliksamarinda.com – Pengisian tenan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Teras Samarinda II tak cukup sekadar menyediakan tempat berjualan. Kualitas rasa, kebersihan, kemasan, hingga keterjangkauan harga perlu menjadi perhatian agar produk lokal mampu menarik minat pengunjung.
Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menerapkan sistem kurasi ketat terhadap pelaku UMKM yang nantinya menempati kawasan tersebut.
Menurut Celni, seleksi diperlukan untuk memastikan produk yang ditawarkan memiliki kualitas dan daya saing.
“Teras Samarinda II diproyeksikan menjadi salah satu ruang publik yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar,” ucapnya Rabu 21 Oktober 2026.
Ia menilai, cita rasa, tampilan kemasan, serta kebersihan produk menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli makanan maupun minuman.
“Dari pengalaman saya saat menggelar kegiatan UMKM setiap tahun, masyarakat cenderung melihat rasa, kemasan, dan kebersihan. Karena itu, Pemkot perlu melakukan penyortiran atau kurasi terhadap pedagang yang nantinya berjualan di Teras Samarinda II,” ujarnya.
Ia menegaskan, kurasi bukan dimaksudkan untuk membatasi kesempatan pelaku usaha kecil. Sebaliknya, proses tersebut harus dibarengi dengan pendampingan dan edukasi agar UMKM mampu memenuhi standar yang dibutuhkan.
“Pembinaan dapat mencakup peningkatan kualitas kemasan, konsistensi cita rasa, penerapan kebersihan saat mengolah dan menyajikan produk, hingga penetapan harga jual yang sesuai,”tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar harga produk tetap kompetitif. Pasalnya, pengunjung Teras Samarinda berasal dari berbagai kalangan dengan kemampuan belanja yang berbeda-beda.
Rencana pengembangan UMKM di Teras Samarinda II turut didukung oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda yang menyiapkan 14 tenan di area dermaga melalui kolaborasi dengan Bank Mandiri.
Celni memperkirakan kawasan tersebut dapat menampung sekitar 10 hingga 14 pelaku usaha. Namun, mekanisme teknis pengelolaan lapak masih perlu dimatangkan, termasuk pilihan penggunaan stan permanen atau gerobak milik pedagang.
“Saat ini kita masih mendalami pola operasionalnya. Saat ini, perhatian utama masih pada penyelesaian proyek fisik yang ditargetkan rampung hingga akhir tahun ini,” jelasnya.
Menurut Celni, penyelesaian pembangunan menjadi tahapan yang perlu diprioritaskan sebelum kawasan tersebut mulai diisi oleh para pedagang.
Melihat proses penyelesaian fisik yang masih berlangsung, ia memperkirakan aktivitas perdagangan UMKM di Teras Samarinda II baru dapat direalisasikan pada 2027.
“Masih ada sejumlah perbaikan yang harus diselesaikan hingga akhir tahun ini. Karena itu, kemungkinan pengisian tenan dan aktivitas UMKM baru bisa terealisasi pada 2027,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Harpiah AM



