Folder Air Hitam Samarinda Jadi Ruang Ekonomi Warga, Ketua DPRD Dukung Hal Positif
Kliksamarinda.com – Folder Air Hitam Samarinda yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu lokasi pengendalian air, kini memiliki wajah baru. Kawasan tersebut mulai ramai dimanfaatkan masyarakat Samarinda, khususnya kalangan anak muda, sebagai tempat bersantai dan menikmati suasana sore hari hinggal malam hari.
Perubahan fungsi ruang publik ini juga turut membawa dampak bagi pelaku usaha kecil. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini menggantungkan penghasilan dari aktivitas berjualan di sekitar kawasan Folder Air Hitam.
Keberadaan masyarakat yang semakin ramai menjadi peluang tersendiri bagi para pedagang. Berbagai jenis makanan dan minuman ditawarkan kepada warga yang datang untuk bersantai, sehingga kawasan tersebut tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan pemanfaatan fasilitas publik pada dasarnya tidak menjadi persoalan selama digunakan untuk kegiatan yang positif.
“Semua fasilitas itu tentu harus digunakan untuk hal-hal yang positif. Selama fasilitas itu digunakan untuk hal-hal yang positif, saya kira tidak ada masalah,” ujar Helmi pada Kamis, 8 Oktober 2029.
Meski demikian, ia menilai diperlukan pengawasan dari dinas terkait untuk memastikan aktivitas di kawasan tersebut tetap berjalan tertib.
Jika ditemukan kegiatan yang dinilai tidak sesuai, menurutnya, perlu dilakukan peneguran maupun pengawasan yang lebih intensif.
“Tentu mungkin perlu dinas terkait untuk mengawasi.Kalau ada hal-hal yang sifatnya tidak positif, tentu itu harus ditegur, atau nanti perlu pengawasan yang lebih intensif,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD pada prinsipnya menunggu aspirasi masyarakat terkait kondisi di lapangan. Jika terdapat masukan atau keluhan dari warga, hal tersebut dapat menjadi bahan untuk ditindaklanjuti.
Ia juga menilai kehadiran UMKM merupakan hal yang wajar ketika sebuah kawasan menjadi titik berkumpulnya masyarakat.
Namun, penataan tetap diperlukan agar aktivitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan kenyamanan dan keamanan warga.
“Dengan adanya banyak kegiatan yang menyangkut berkumpulnya masyarakat umum, tentu UMKM juga akan hadir. Tinggal nanti perlu dari dinas terkait untuk menertibkan, supaya sama-sama mereka juga cari makan aman, masyarakat juga aman,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Harpiah AM



