Warta

Dari Malaysia, Atlet Taekwondo Kaltim Boyong Lima Medali

Atlet taekwondo binaan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) mengharumkan nama Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka meraih lima medali pada ajang MBW International Malaysia Open 2026 yang berlangsung di Negeri Sembilan, Malaysia.

DI MBW International Malaysia Open 2026, kontingen SKOI Kaltim membawa pulang dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Catatan ini sekaligus menegaskan kualitas pembinaan atlet usia muda yang terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Dua medali emas dipersembahkan Zaqira Nurhalisa pada kelas Under 46 kilogram (kg) putri junior, serta Meyka Aurora Wihelina di kelas Under 55 kg putri junior. Sementara, dua medali perak diraih Nouval Alfa Meidy pada kelas Under 74 kg senior putra, dan Sulthan Muzhaffar Syamsi Al Ayyubi di kelas Under 58 kg senior putra. Adapun medali perunggu disumbangkan Grescya Renata Silalahi dari kelas Under 49 kg putri junior.

Capaian tersebut semakin istimewa karena Nouval Alfa Meidy yang baru berusia 17 tahun mampu menembus babak final pada penampilan perdananya di kategori senior. Prestasi itu menunjukkan kesiapan atlet muda Kalimantan Timur untuk bersaing menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman.

Pelatih Taekwondo SKOI Kaltim, Eny Pangestuningsih, mengatakan keberhasilan para atlet merupakan hasil dari sinergi seluruh pihak. Sebab mereka yang selama ini berperan dalam proses pembinaan. Mulai dari atlet, pelatih, orang tua, hingga dukungan SKOI Kaltim.

“Ini hasil kolaborasi orang tua siswa, pelatih, dan SKOI Kaltim. Capaian di Malaysia Open menjadi modal penting bagi atlet-atlet muda Kaltim untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi pada masa mendatang,” katanya, seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Kata Eny Pangestuningsih, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Seluruh atlet menjalani program latihan secara konsisten. Yakni dengan menitikberatkan pada peningkatan kemampuan teknik, kondisi fisik, serta kesiapan mental. Tujuannya agar mampu tampil maksimal pada kejuaraan internasional.

Ia meyakini pengalaman bertanding di level internasional akan menjadi bekal berharga bagi para atlet dalam meningkatkan kualitas. Sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan yang lebih kompetitif pada masa mendatang.

“Prestasi yang diraih di Malaysia dapat menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan sehingga mampu mengharumkan nama Kaltim maupun Indonesia di berbagai kejuaraan internasional,” jelasnya.

“Kami optimistis regenerasi atlet taekwondo Kaltim terus berjalan. Semoga mereka bisa terus berprestasi dan membawa nama daerah di tingkat dunia,” timpal Eny Pangestuningsih.

Di balik keberhasilan tersebut, para atlet mendapat pendampingan dari tim pelatih. Mereka terdiri dari Eny Pangestuningsih, Kasdaniati Aziz, serta pelatih fisik Herdiansyah. Fokusnya adalah mengawal proses pembinaan hingga mampu menghasilkan prestasi di level internasional.

“Keberhasilan di Malaysia Open 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga prestasi yang dijalankan SKOI Kaltim berjalan pada jalur yang tepat,” terang Eny Pangestuningsih.

“Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak atlet muda Kaltim mampu menorehkan prestasi serta mengharumkan nama daerah dan Indonesia di berbagai ajang internasional,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan