Fondasi Perencanaan Pembangunan Kaltim Ada di Kualitas Data
Pengelolaan data yang akurat, mutakhir, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
HAL tersebut disampaikan Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kaltim, Robiana Hastawulan, dalam kegiatan “Peran Diskominfo dalam Pengelolaan Data Terpadu” di Ruang Rapat Praja Wibawa, Kantor Satpol PP Kaltim, kemarin.
Robiana mengatakan, data memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan. Terutama sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.
Baginya, setiap OPD memiliki peran dalam menghasilkan data sektoral sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Data tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan daerah.
“Data yang dihasilkan harus akurat, mutakhir, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Komitmen pimpinan perangkat daerah sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan,” ulasnya, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Kaltim.
Robiana menyatakan, OPD memiliki sejumlah peran dalam pengelolaan data. Mulai dari menyediakan data sektoral secara akurat dan lengkap, menyampaikan data tepat waktu kepada wali data, hingga melakukan validasi serta pembaruan secara berkala.
Koordinasi dengan Diskominfo selaku wali data serta BPS dalam pembinaan statistik sektoral juga dinilai penting untuk memastikan data yang dihasilkan dapat terintegrasi dan dimanfaatkan secara optimal.
Namun, pengelolaan data masih menghadapi berbagai tantangan. Seperti perbedaan format dan definisi data antarperangkat daerah, keterlambatan penyampaian data, pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal, serta perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola data.
“Berbagai tantangan tersebut perlu diatasi bersama melalui koordinasi lintas perangkat daerah, penguatan kapasitas SDM, dan komitmen pimpinan perangkat daerah dalam mewujudkan data berkualitas untuk KKaltim,” urainya.
Untuk meningkatkan kualitas data, diperlukan strategi melalui penguatan koordinasi antarperangkat daerah, Diskominfo dan BPS, penetapan standar data dan metadata yang seragam, serta peningkatan kapasitas SDM. Caranya melalui pelatihan statistik, teknologi informasi dan tata kelola data secara berkelanjutan.
“Sinergi menjadi kunci dalam menghasilkan data yang konsisten dan terintegrasi sebagai landasan kebijakan pembangunan daerah,” katanya.
“Dengan pengelolaan data yang semakin baik, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran, transparan dan akuntabel,” timpal Robiana. (*)



