Reses Sri Puji Astuti: Warga Samarinda Ulu Minta Layanan Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas
Kliksamarinda.com – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di Kota Tepian, warga Kecamatan Samarinda Ulu justru mengingatkan pentingnya perhatian terhadap layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat. Pesan itu mengemuka dalam agenda reses Anggota DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, di Kelurahan Jawa dan Kelurahan Dadi Mulya.
Dalam dialog bersama warga, persoalan pelayanan kesehatan menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan. Masyarakat menyoroti lamanya antrean pengambilan obat usai pemeriksaan dokter serta kendala administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan yang masih kerap ditemui.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda itu menilai keluhan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan fasilitas kesehatan harus dibarengi dengan perbaikan kualitas pelayanan.
“Walaupun fasilitas puskesmas sudah banyak mengalami peningkatan, masyarakat masih mengeluhkan lamanya antrean obat dan persoalan administrasi BPJS,” ujar Sri Puji Astuti.
Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, pelayanan yang cepat dan mudah diakses merupakan kebutuhan mendasar yang harus terus menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, berbagai masukan warga akan dibawa dalam pembahasan bersama organisasi perangkat daerah terkait.
“Keluhan yang paling banyak disampaikan warga berkaitan dengan antrean obat yang cukup lama setelah pemeriksaan dokter. Selain itu, masih ada persoalan administrasi kepesertaan BPJS yang perlu mendapat perhatian,” katanya.
Tak hanya kesehatan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan kelanjutan program beasiswa bagi siswa berprestasi maupun keluarga kurang mampu yang sebelumnya pernah dijalankan Pemerintah Kota Samarinda.
Masyarakat berharap program tersebut dapat kembali diperjelas agar membantu akses pendidikan bagi pelajar dari keluarga yang membutuhkan.
“Banyak warga yang menanyakan bagaimana kelanjutan program beasiswa bagi siswa berprestasi maupun kurang mampu. Mereka berharap ada kejelasan terkait program tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, warga juga meminta perhatian terhadap kesejahteraan ketua RT yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan. Menurut mereka, peran strategis ketua RT perlu didukung dengan kebijakan yang lebih berpihak.
Meski demikian, usulan pembangunan infrastruktur lingkungan tetap mewarnai agenda reses. Berbagai kebutuhan seperti perbaikan jalan lingkungan dan fasilitas pendukung permukiman masih menjadi aspirasi yang rutin disampaikan masyarakat.
Ia menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pembangunan fisik dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan SDM, sektor sosial, dan pemberdayaan perempuan harus mendapatkan perhatian yang seimbang. Kami di DPRD akan terus mendorong hal itu menjadi bagian penting dalam kebijakan pemerintah kota,” tegasnya. (Adv)
Penulis: Harpiah AM



