DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Soroti Faktor Safety Teras Samarinda Tahap II, PAD Rp500 Juta Dinilai Belum Maksimal

Kliksamarinda.com – Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan aspek keselamatan atau safety harus menjadi perhatian utama sebelum pembangunan Teras Samarinda Tahap II dapat dimaksimalkan pemanfaatannya.

Menurut Helmi, karakteristik Teras Samarinda Tahap II berbeda dengan tahap pertama karena berada di sepanjang tepian Sungai Mahakam yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap keselamatan pengunjung.

“Kalau tahap satu kan sudah berjalan. Nah, tahap dua ini berbeda karena berada di sepanjang tepian Sungai Mahakam, sehingga aspek keselamatan harus benar-benar diperhatikan dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, DPRD melalui Komisi III juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kualitas pekerjaan dan kelayakan fasilitas yang dibangun.

Menurutnya, seluruh infrastruktur pendukung, termasuk pagar pengaman dan fasilitas keselamatan lainnya, harus dipastikan memenuhi standar sebelum dimanfaatkan secara optimal.

“Kita berharap safety di sepanjang kawasan itu betul-betul sesuai prosedur dan kualitasnya terjamin, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Selain menanggapi pembangunan fisik, Helmi juga menyinggung pengelolaan kawasan Teras Samarinda oleh Perumda Varia Niaga. Ia meminta seluruh kegiatan pengelolaan dilakukan berdasarkan kajian yang matang dan mengutamakan skala prioritas.

“Kita berharap semua kegiatan yang dilakukan harus sesuai prosedur, sesuai kajian, dan berdasarkan skala prioritas. Yang paling penting, manfaatnya harus kembali untuk masyarakat Kota Samarinda,” katanya.

Di sisi lain, DPRD turut mencermati kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dari pengelolaan kawasan tersebut. Berdasarkan catatan yang diterima DPRD, PAD dari Teras Samarinda sepanjang 2025 baru mencapai sekitar Rp500 juta.

Angka itu dinilai belum mencerminkan potensi ekonomi yang dimiliki kawasan publik yang kini menjadi salah satu ikon baru Kota Samarinda tersebut.

“Kita akan lihat sejauh mana fasilitas di sana selama dikelola pihak ketiga. Kalau prospeknya bagus, maka investasi yang masuk ke Samarinda juga bisa meningkat,” ucapnya.

Ia menilai perlu ada formulasi yang lebih optimal dalam pengelolaan kawasan, termasuk pengaturan kerja sama dengan pelaku usaha dan UMKM yang beraktivitas di sekitar Teras Samarinda. Namun, kebijakan yang diambil juga tidak boleh memberatkan pelaku usaha kecil.

“Kita berharap ada win-win solution. Di satu sisi bisa meningkatkan kontribusi terhadap PAD, di sisi lain juga tidak memberatkan pelaku UMKM,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Harpiah AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *