Turnamen Biliar Bola 10 Piala Wali Kota Samarinda Resmi Dibuka, Diikuti Atlet dari Berbagai Daerah

KLIKSAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri secara resmi membuka Turnamen Olahraga Biliar Bola 10 Piala Wali Kota Samarinda Tahun 2026 yang digelar di Quantum Biliar, Jalan Pelita, Kecamatan Sungai Pinang Dalam, Sabtu 17 Januari 2026.
Turnamen biliar ini diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Samarinda dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-358 Kota Samarinda yang jatuh pada 21 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa peringatan hari jadi kota tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bersama atas kemajuan pembangunan yang telah dicapai serta perencanaan langkah strategis ke depan.
“Perayaan HUT Kota Samarinda bukan sekadar acara seremonial, tetapi momentum untuk melihat sejauh mana perkembangan kota ini dan menyusun langkah yang lebih baik bagi masa depan,” ujarnya.
Ia menekankan, Pemerintah Kota Samarinda menempatkan olahraga sebagai salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter masyarakat dan generasi muda. Melalui olahraga, nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, kerja keras, serta mental pantang menyerah dapat tumbuh dan menguat.
Menurutnya, cabang olahraga biliar merupakan bagian dari ekosistem olahraga prestasi yang terus berkembang, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Karena itu, Pemkot Samarinda memberikan apresiasi tinggi kepada POBSI Kota Samarinda atas terselenggaranya turnamen ini dengan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp100 juta.
“Besarnya hadiah menunjukkan komitmen serius untuk memotivasi para atlet agar terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi terbaik,” katanya.
Turnamen Biliar Bola 10 Piala Wali Kota Samarinda 2026 menggunakan sistem open handicap yang membuka kesempatan luas bagi atlet dari berbagai level kemampuan untuk berpartisipasi dan berkompetisi secara sehat. Dengan format tersebut, atlet muda dan senior dapat saling belajar serta menguji kemampuan di meja pertandingan.
“Saya berikan apresiasi kepada para sponsor dan mitra yang telah mendukung kegiatan ini, baik dalam bentuk dukungan finansial, sarana prasarana, maupun promosi,” tuturnya.
Ia berharap pembinaan atlet biliar di Samarinda terus diperluas agar mampu melahirkan atlet berprestasi di berbagai level kompetisi.
Sementara itu, Ketua POBSI Kota Samarinda, Saur, menjelaskan bahwa turnamen berlangsung selama enam hari. Babak penyisihan telah dilaksanakan pada 13–16 Januari 2026, sementara babak utama digelar pada 17–18 Januari dengan diikuti 64 atlet terpilih.
“Hari ini dari 64 pemain akan disaring menjadi 32, dan besok dilanjutkan hingga penentuan juara,” jelasnya.
Peserta turnamen berasal dari hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur (Kaltim), kecuali Mahakam Ulu, serta diikuti pula atlet dari Sulawesi. Daerah dengan peserta terbanyak antara lain Tenggarong, Balikpapan, dan Bontang.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp100 juta, dengan juara pertama menerima Rp40 juta, juara kedua Rp15 juta, serta juara ketiga dan keempat masing-masing Rp6 juta. Selain itu, panitia juga menyediakan berbagai door prize dari sponsor.
Ia berharap turnamen biliar ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga biliar sekaligus mendorong pergerakan ekonomi dan peningkatan prestasi atlet biliar Kota Samarinda. (*)
Penulis: Harpiah AM




