DPRD Samarinda

Perda Budaya Dinilai Jadi Kunci Menghidupkan Pariwisata dan UMKM Samarinda

Kliksamarinda.com – Pelestarian budaya dinilai tidak hanya berfungsi menjaga identitas daerah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, yang menegaskan bahwa pengembangan budaya harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Viktor, di tengah kondisi efisiensi anggaran dan perlambatan ekonomi, kegiatan budaya memiliki dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah diminta tidak memisahkan pengembangan budaya dengan dukungan terhadap UMKM.

“Budaya dan UMKM tidak bisa dipisahkan, apalagi di era efisiensi seperti sekarang. Masyarakat sedang berjuang membangun kembali ekonomi melalui usaha-usaha kecil. Festival budaya harus menjadi ruang bagi UMKM untuk tumbuh,” ujarnya belum lama ini.

Ia mengungkapkan, DPRD Kota Samarinda siap mendorong Dinas Koperasi dan UMKM agar tetap memiliki program pemberdayaan bagi pelaku usaha, meski saat ini anggaran disebut terdampak kebijakan efisiensi.

“Kami melihat anggaran untuk UMKM belum tersedia karena alasan efisiensi. Namun DPRD siap memberikan dukungan agar Dinas Koperasi dan UMKM tetap dapat membantu para pelaku usaha di Samarinda,” katanya.

Selain itu, ia juga menilai penguatan sektor budaya memerlukan payung hukum yang lebih kuat dan berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang kebudayaan segera disahkan menjadi perda agar pemerintah memiliki dasar hukum dalam mengalokasikan anggaran dan menyusun program pelestarian budaya secara berkelanjutan.

“Saya berharap Ketua DPRD beserta seluruh pimpinan DPRD dapat mendukung percepatan perda ini. Selama ini masih sebatas peraturan wali kota. Jika sudah menjadi perda, pemerintah memiliki landasan hukum yang jelas untuk menganggarkan dan memprioritaskan sektor budaya maupun pariwisata,” jelasnya.

Viktor yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur menyebut keberadaan perda akan menjadi langkah penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal sekaligus memperkuat sektor pariwisata.

Ia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Samarinda, DPRD, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival budaya hingga menjadi agenda tahunan.

Menurutnya, Samarinda sebagai kota yang dihuni beragam suku dan budaya harus terus menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

“Festival budaya harus terus berlanjut karena Samarinda adalah kota peradaban. Budaya, seni, adat istiadat, dan pariwisata merupakan aset yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” ucapnya.

Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) turut mengambil peran lebih besar dalam mendukung kegiatan budaya melalui alokasi anggaran. Menurutnya, meski berlangsung di Kota Samarinda, festival budaya merupakan aset daerah yang menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

“Ini bukan hanya milik Samarinda, tetapi juga kebanggaan Kalimantan Timur. Karena itu kami berharap pemerintah provinsi ikut memberikan dukungan agar kegiatan budaya terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda@gmail.com