Pemprov Kaltim Bagi Ribuan Bendera Merah Putih Besok
Pemprov Kaltim akan melaksanakan Pembagian Bendera Merah Putih, 9 Agustus 2026 mendatang. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Gelora Kadrie Oening Sempaja ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
KABID Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Kesbangpol Kaltim, Syarifuddin Noor, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program nasional yang diinisiasi oleh Kemendagri.
“Pada 9 Agustus nanti akan dilaksanakan kegiatan pembagian Bendera Merah Putih sebagai bentuk penyelarasan program nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” katanya, seperti dikutip dari laman resmi pemprov Kaltim.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembagian 10 juta Bendera Merah Putih kepada masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. Khusus di Kaltim, hingga awal Agustus 2026, pihak Kesbangpol berhasil mengumpulkan sekitar 3.000 bendera. Ribuan bendera ini merupakan hasil gotong royong dan partisipasi dari berbagai instansi pemerintah, badan usaha, ormas, serta masyarakat umum.
Bendera-bendera tersebut akan dibagikan kepada masyarakat, instansi, organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, FKUB, FPK, hingga kalangan pelajar.
Distribusi bendera ini juga dilakukan secara masif di berbagai titik strategis. Sejumlah instansi turut ambil bagian, seperti Bapenda Kaltim yang membagikan bendera di Bundaran Lembuswana, serta Dishub yang menyasar kawasan pelabuhan dan terminal.
Menurut Syarifuddin, Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang peringatan kemerdekaan. Melainkan menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemerdekaan bukan hanya peristiwa sejarah yang diperingati setiap 17 Agustus, tetapi juga menjadi kesempatan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan dan mengisinya melalui pembangunan, kerja keras, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Baginya, mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Setiap warga negara dapat berkontribusi sesuai perannya masing-masing.
“Pelajar dapat mengisinya dengan belajar sungguh-sungguh demi meraih cita-cita. Aparatur sipil negara harus bekerja dengan penuh integritas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pengusaha dapat membuka lapangan pekerjaan, pemuda menciptakan kegiatan-kegiatan positif, dan seluruh masyarakat ikut menjaga persatuan serta kelestarian lingkungan,” tutupnya. (*)



