Pemkab Kutai Kartanegara

  • Kembang Janggut Dorong Wisata Desa Lewat Pulau Layung Seribu

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis desa, khususnya di wilayah pemekaran Desa Kembang Janggut Ulu.

    Salah satu destinasi wisata Kembang Janggut yang kini menjadi fokus utama adalah Pulau Layung Seribu. Destinasi ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata unggulan.

    Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengatakan bahwa pihaknya kini tengah mengoptimalkan kawasan wisata tersebut melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

    “Kalau pariwisata, yang sedang kita kembangkan saat ini, ya di Desa Kembang Janggut Ulu. Di sana ada Pulau Layung Seribu, yang terus kami upayakan agar bisa berkembang dan menambah potensi wisatanya,” ujarnya.

    Kata dia, upaya ini dilakukan dengan menambah fasilitas-fasilitas pendukung yang ramah pengunjung, seperti wahana permainan dan pusat UMKM.

    Adapun, fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

    “Kami bekerja sama dengan BUMDes untuk membangun fasilitas seperti tempat bermain dan ruang usaha bagi UMKM di lokasi wisata tersebut,” tandas Suhartono.

    Pengembangan ini juga menjadi bagian dari strategi pemanfaatan desa pemekaran untuk lebih produktif secara ekonomi.

    Selain itu, upaya tersebut sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pengembangan potensi lokal di wilayah Kembang Janggut. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, Koperasi Merah Putih Kembang Janggut Terus Dikembangkan

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut terus mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa yang ada di wilayahnya.

    Hingga awal Agustus 2025 ini, sebanyak tujuh desa telah mengantongi legalitas koperasi dari notaris. Sementara 5 desa lainnya masih dalam tahap penyelesaian administrasi.

    Camat Kembang Janggut, Suhartono menjelaskan bahwa sejumlah desa masih melengkapi berkas administrasi yang diperlukan untuk pendirian koperasi tersebut.

    “Sisa lima desa itu empat di antaranya dalam proses penyelesaian, karena ada berkas yang belum lengkap. Misalnya berita acara yang kabur, KTP pengurus belum dikirim, atau ada desa yang masih mengurus NPWP untuk koperasinya,” jelasnya.

    Kata dia, Koperasi Merah Putih sendiri merupakan koperasi serba usaha yang ditujukan untuk menggali potensi ekonomi setiap desa. Fokus usaha koperasi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa masing-masing.

    Namun, mayoritas desa di Kembang Janggut, yang didominasi sektor perkebunan, menaruh minat besar pada unit usaha penyediaan pupuk dan sarana pertanian.

    “Rata-rata, karena wilayah kita banyak pekebun dan ada perusahaan-perusahaan, jadi banyak yang ingin koperasinya menyediakan pupuk. Tujuannya supaya lebih mudah diakses warga,” ujarnya.

    Suhartono juga menyebut, keberadaan Koperasi Belayang Sejahtera di Desa Muai yang kini memiliki anggota hingga tiga ribu orang, sebagai contoh koperasi yang berkembang baik di sektor perkebunan.

    Namun berbeda dengan koperasi tersebut, Koperasi Merah Putih nantinya akan mengembangkan unit usaha yang lebih beragam. Di antaranya unit simpan pinjam, apotek, klinik, sembako, dan layanan dasar lainnya.

    Ia menekankan, koperasi-koperasi ini tidak akan saling bersaing secara langsung, melainkan akan berbagi ruang usaha dan melengkapi kebutuhan masyarakat desa.

    “Mereka nanti tidak akan saling tumpang tindih. Koperasi Merah Putih itu punya enam unit wajib, dan itu disesuaikan dengan kebutuhan desa masing-masing,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Camat Samboja Ungkap Pembangunan Jalan Kabupaten dan Provinsi di Wilayahnya

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Camat Samboja, Damsik memaparkan perkembangan terkini program perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Samboja.

    Ia menjelaskan terdapat dua skema pengerjaan. Pertama pekerjaan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan kedua adalah pekerjaan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).

    “Untuk jalan yang menjadi kewenangan Provinsi, pengerjaan sudah dimulai. Segmen pertama menghubungkan Kuala hingga Kelurahan Pemedas, kemudian berlanjut dari Pemedas ke Handil Baru. Prosesnya berjalan lancar,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

    Sementara itu, kata dia, untuk jaringan jalan lingkungan yang menjadi tanggung jawab kabupaten, termasuk ruas-ruas desa saat ini juga dalam tahap persiapan akhir.

    “Di tingkat kabupaten, kami menunggu keluarnya rekomendasi konsultan untuk batu betonisasi jalan lingkungan. Beberapa desa seperti Beringin Agung dan Karya Jaya sudah masuk dalam daftar lokasi perbaikan, serta beberapa titik lainnya,” jelasnya.

    Damsik menambahkan, perbaikan jalan desa ini sangat ditunggu masyarakat, khususnya untuk memperlancar akses transportasi harian dan distribusi hasil pertanian serta perkebunan.

    “Kondisi jalan yang lebih baik akan memudahkan mobilitas warga dan mendukung perekonomian lokal. Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar pengerjaan sesuai jadwal,” tandasnya.

    Dengan target rampungnya pengerjaan provinsi dan kabupaten dalam beberapa bulan ke depan, wilayah Samboja diharapkan segera memiliki jaringan jalan yang lebih andal dan nyaman dilalui. (Adv/Diskominfo Kukar)