Hari Ketujuh Karhutla Pendingin Kukar, 150 Hektare Lahan Terbakar
Kliksamarinda.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Pendingin Kecamatan Sanga-Sanga Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) belum juga padam.
Karhutla Pendingin Kukar kini telah memasuki hari ketujuh pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Api justru terus meluas. Sedikitnya 150 hektare lahan gambut dilaporkan terbakar.
Kebakaran kini tidak hanya mengancam lingkungan. Kabut asap mulai berdampak pada kesehatan warga. Kasus gangguan pernapasan dilaporkan meningkat di wilayah sekitar.
Petugas menghadapi tantangan besar dalam memadamkan karhutla Pendingin.
Lahan yang terbakar merupakan gambut dengan ketebalan sekitar satu hingga dua meter. Kondisi tersebut membuat api bisa bertahan di bawah permukaan tanah.
Permukaan lahan terkadang terlihat sudah padam. Namun, bara masih menyala di dalam gambut.
Bara tersebut bisa kembali muncul ketika terkena hembusan angin. Api pun kembali membesar dan membuat proses pemadaman harus dilakukan berulang kali.
Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan melokalisasi titik api.
Personel TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan BPBD Kutai Kartanegara dikerahkan siang dan malam.
Danramil Sanga-Sanga Kapten Inf Leonardo mengatakan luas wilayah menjadi salah satu kendala utama.
“Yang menjadi kendala utama adalah lokasi karena memang lokasinya cukup luas. Kemudian ini kan musim kemarau, kita ambil air itu juga lumayan jauh sehingga dropping ke lokasi agak sulit,” ujarnya, Sabtu.
Petugas kini memprioritaskan perimeter kawasan terbakar.
Tujuannya mencegah api bergerak mendekati permukiman warga.
Hingga Sabtu, belum ada laporan warga yang harus mengungsi secara menetap ke tenda darurat.
Kapolsek Sanga-Sanga Iptu Wahid mengatakan pihaknya belum menemukan indikasi pembakaran oleh warga.
Menurut dia, kebakaran sementara diduga dipicu kondisi kemarau panjang.
“Saat ini alhamdulillah indikasi-indikasi pembakaran, baik itu dari warga masyarakat sekitar, tidak ada karena ini juga faktor alam,” kata Wahid.
Meski begitu, proses penanganan dan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
Dampak paling terasa kini mulai dirasakan warga.
Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah di sekitar Pendingin. Keluhan terkait gangguan pernapasan juga mulai meningkat.
Dokter Arysia Andhina mengatakan terjadi peningkatan pasien dengan keluhan batuk, pilek, dan sesak napas.
Keluhan tersebut dialami orang dewasa hingga anak-anak.
“Ada peningkatan kurang lebih sedikit karena ada kebakaran hutan yang terjadi selama seminggu ini,” kata dr. Arysia.
Sejumlah pasien bahkan mengalami sesak cukup berat. Pasien kemudian mendapat terapi nebulizer untuk membantu mengurangi sesak dan mengencerkan dahak.
Warga lanjut usia menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.
Sri Mulyati, salah seorang warga setempat, mengaku kondisi tubuhnya menurun dalam dua hari terakhir.
Kabut asap membuatnya mengalami sesak napas.
“Cuma sesak aja. Malam tadi saya tidak pernah keluar, tidak pernah keluar rumah,” tuturnya.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa karhutla tidak hanya soal luas lahan yang terbakar.
Asap hasil kebakaran juga bisa langsung memengaruhi aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Petugas gabungan masih bersiaga di lokasi. Fokus mereka saat ini adalah memadamkan bara yang masih berada di dalam lapisan gambut.
Pengawasan terhadap perimeter juga terus dilakukan agar api tidak mendekati permukiman.
Karhutla Pendingin Kukar meluas hingga mencapai sekitar 150 hektare. penanganan karhutla Pendingin membutuhkan waktu dan dukungan peralatan yang memadai. (*)
Reporter: Suriyatman



