Dari Teluk Balikpapan, Kaltim Buka Peluang Peningkatan PAD dan Serapan Tenaga Kerja
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengunjungi kawasan PT Kaltim Kariangau Terminal di Balikpapan dan lahan milik Pemprov Kaltim di sekitar Teluk Balikpapan.
DI luar kawasan perusahaan patungan Pemprov Kaltim dan PT Pelindo tersebut, ternyata masih terdapat lahan sekira 250 hektare yang potensial dikembangkan menjadi sumber PAD.
Di kawasan itu, Pemprov Kaltim juga sedang menyiapkan jalan yang akan membantu menghubungkan akses sejumlah perusahaan yang telah beroperasi. Harapannya, jalan sepanjang 2,1 km yang akan dibangun dapat meningkatkan aksesibilitas operasional perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut.
“Dengan adanya jalan tol ini (Tol Pulau Balang, Red.), semua akses tertutup, kecuali jalan pemprov ini,” ulasnya, seperti dilansir dari unggahan resmi Pemprov Kaltim di Instagram.
Ke depan, gubernur Kaltim berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan itu. Seperti PT Semen Indonesia, Wilmar Group, MMP, dan Wahana, dapat bekerja sama dengan perusahaan daerah milik Pemprov Kaltim. Kerja sama dan optimalisasi aset daerah tersebut diyakini akan menguntungkan perusahaan sekaligus berdampak signifikan terhadap peningkatan PAD.
Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan itu antara lain bergerak di bidang perdagangan semen, minyak, dan industri nikel. Dalam waktu dekat, para investor dari berbagai sektor usaha tersebut akan berkunjung ke lokasi untuk melihat kesiapan dukungan Pemprov Kaltim dalam pembangunan jalan sepanjang 2,1 km itu.
“Kami ingin memastikan jalan dan kawasan ini benar-benar siap untuk dikunjungi investor,” tegas gubernur Kaltim, didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Kaltim Irhamsyah.
Terkait konstruksi jalan, apakah nantinya menggunakan rigid pavement (beton), aspal, atau cukup perkerasan agregat, gubernur Kaltim menyebut hal itu masih akan disesuaikan dengan kebutuhan ke depan.
Jika konektivitas kawasan ini terbangun dengan baik, termasuk dengan kabupaten dan kota di sekitarnya, maka peningkatan PAD dan pertumbuhan ekonomi diyakini akan bergerak signifikan.
Gubernur Kaltim menambahkan, selain berdampak pada peningkatan penerimaan daerah, pengembangan kawasan tersebut juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas serapan tenaga kerja.
“Salah satu tenant kita adalah PT Semen Indonesia. Di sini volume produksinya akan sangat besar. Di Sungai Mahakam, Samarinda, kapal besar memiliki keterbatasan untuk masuk. Sementara di Teluk Balikpapan kapal-kapal besar dapat masuk, sehingga volumenya tentu jauh lebih besar. Distribusi menjadi lebih efektif dan efisien,” urainya.
“Pabrik nikel juga sudah beroperasi. Dua tungku menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja. Jika satu tungku lagi beroperasi, tenaga kerjanya bisa mencapai 2.000 orang. Serapan tenaga kerja juga sangat besar di sini,” sambung gubernur Kaltim. (*)



