DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Ingatkan Proyek Mercusuar Jangan Hanya Megah, Harus Hidupkan Ekonomi Warga

Kliksamarinda.com – Sejumlah proyek mercusuar di Kota Samarinda mulai menunjukkan progres menggembirakan. Revitalisasi Pasar Pagi telah rampung, Terowongan Samarinda tinggal menunggu penyelesaian perizinan, sementara pembangunan Teras Samarinda terus berlanjut ke tahap berikutnya.

Namun, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari selesainya infrastruktur, melainkan dari dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

Menurutnya, proyek-proyek strategis yang telah menghabiskan anggaran besar harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Tepian.

“Kalau untuk arah pembangunan, beberapa proyek mercusuar sudah selesai. Pasar Pagi sudah selesai, Terowongan tinggal perizinannya saja, sedangkan Teras Samarinda sudah masuk tahap dua, tiga, dan seterusnya karena memang sudah masuk dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Fokus utama DPRD tertuju pada Pasar Pagi. Meski revitalisasi kawasan tersebut menelan anggaran sekitar Rp400 miliar hingga Rp500 miliar, aktivitas ekonomi dinilai belum berjalan optimal karena jumlah pengunjung masih relatif sepi.

Ia menilai kondisi tersebut masih dapat dimaklumi karena Pasar Pagi baru memasuki tahap awal operasional. Namun, ia meminta Pemerintah Kota Samarinda segera menyusun strategi agar kawasan tersebut benar-benar menjadi pusat perdagangan yang ramai.

“Harapannya Pasar Pagi bisa meningkatkan perputaran ekonomi secara masif di Samarinda. Memang masih tahap awal, tetapi pemerintah kota harus menyiapkan solusi agar keberlangsungan perputaran uang dan aktivitas ekonomi di sana terus meningkat,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan yang dibiayai dari pajak masyarakat harus memberikan manfaat nyata. Jangan sampai fasilitas yang telah dibangun dengan megah justru tidak mampu menggerakkan roda perekonomian warga.

Di sisi lain, Romadhony mengapresiasi perkembangan Teras Samarinda yang dinilai mulai memberikan dampak positif. Ia berharap kawasan tersebut dapat menjadi ikon waterfront city yang mampu bersaing dengan kota-kota besar lain di Indonesia sekaligus menjadi destinasi wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, terkait Terowongan Samarinda, Komisi III DPRD telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, kendala utama saat ini berada pada proses penyelesaian perizinan operasional.

“Informasi dari PUPR, persoalannya tinggal perizinan dan sedang terus diupayakan. Kami berharap dalam satu hingga dua bulan ke depan terowongan sudah bisa beroperasi sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan proyek-proyek mercusuar yang telah dibangun harus menjadi investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan konektivitas, mendorong sektor perdagangan, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda, bukan sekadar menjadi bangunan megah tanpa aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (Adv)

Penulis: Harpiah AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda@gmail.com