Maksimalkan Potensi Energi Surya Kalimantan, Polnes Terima Hibah Peralatan PLTS dari Pemerintah Swiss
Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss terus memperkuat komitmen dalam pengembangan keterampilan energi terbarukan melalui Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD).

PROYEK yang merupakan kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dengan Swiss State Secretariat for Economic Affairs SECO, serta melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini, telah mendampingi lima politeknik negeri sejak tahun 2020. Memasuki RESD Fase II yang berjalan sejak Oktober 2025 hingga akhir 2028, RESD memperluas kemitraan ini menjadi 10 politeknik, dengan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) sebagai salah satu mitra baru.
GFA Consulting Group selaku pelaksana proyek yang telah dimandatkan oleh Pemerintah Swiss untuk melaksanakan proyek RESD melakukan penyerahan hibah peralatan Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada Polnes, ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Dian Elvira Rosa selaku Team Leader RESD dan Ahyar Muhammad Diah, SE., MM., Ph.D. selaku Direktur Polnes.
Acara ini turut menjadi momentum peluncuran Program Diploma 4 Spesialisasi 1 Tahun Energi Terbarukan di Polnes.
“Hibah peralatan laboratorium PLTS ini merupakan realisasi dukungan Pemerintah Swiss bagi Pemerintah Indonesia untuk mendorong transisi energi, khususnya dari sisi pengembangan sumber daya manusia. Kami berharap peralatan laboratorium ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa sehingga mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan siap memenuhi kebutuhan industri energi terbarukan di Kalimantan Timur,” ujar Dian Elvira Rosa, Team Leader RESD.
Menanggapi kerja sama ini, Ahyar Muhammad Diah, SE., MM., Ph.D. selaku Direktur Polnes menyampaikan, “Kalimantan memiliki potensi energi terbarukan yang besar, terutama untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain itu, posisi Kalimantan Timur sangat strategis dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara yang mengusung konsep energi hijau. Hibah laboratorium PLTS berskala industri dari Pemerintah Swiss ini memberikan momentum berharga bagi Polnes untuk memastikan bahwa pemuda dan pemudi Kalimantan siap menjadi aktor utama dalam transisi energi kelistrikan, bukan sekadar penonton di daerahnya sendiri.”
Paket peralatan laboratorium yang dihibahkan oleh Pemerintah Swiss terdiri dari peralatan solar PV portabel, panel surya rooftop ground mount dan pole mount, perangkat keselamatan kerja, beserta prasarana pendukung lainnya. Melengkapi fasilitas tersebut, laboratorium ini juga didukung dengan pengadaan sistem penyimpanan energi baterai (battery energy storage system) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia. Sinergi pendanaan ini sangat relevan seiring dengan peningkatan kebutuhan penguasaan teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem PLTS.
Sebelumnya, Pengaturan Pelaksanaan antara RESD dan Polnes untuk mitra RESD batch 2 telah ditandatangani pada 21 Januari 2026. Selain pengadaan peralatan, dukungan RESD pada fase kedua ini turut mencakup pengembangan kurikulum energi terbarukan berfokus pada PLTS dan baterai, pelatihan teknis dan pedagogis bagi dosen oleh tenaga ahli Swiss, dukungan kuliah tamu industri, penyelenggaraan tracer study, dan review kurikulum secara berkala.
TENTANG RESD
Renewable Energy Skills Development Project (RESD) merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui BPSDM ESDM dan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO) untuk memperkuat sumber daya manusia di sektor energi terbarukan.
Sejak dimulai pada Desember 2020, RESD telah menghasilkan lebih dari 950 sarjana terapan teknik energi terbarukan dan teknisi energi terbarukan yang kompeten, dengan tingkat serapan kerja lulusan politeknik sebesar 80%. Proyek ini juga telah memperkuat kapasitas 265 dosen dan instruktur, membangun lebih dari 100 kolaborasi dengan industri, serta mengembangkan infrastruktur pendidikan dan pelatihan melalui peralatan praktikum Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Pada Fase II (Oktober 2025–Desember 2028), RESD memperluas cakupan kerja melalui kemitraan dengan 19 politeknik dan lembaga pelatihan vokasi, serta memperluas cakupan teknologi, termasuk penyimpanan energi baterai. Kolaborasi dengan industri energi terbarukan semakin diperkuat, dan kesetaraan gender menjadi aspek penting. RESD Fase I dan Fase II diimplementasikan oleh GFA Consulting Group. (*)



