Warta

PLN Bakal Dibangun PLTS di Tol Balikpapan-Samarinda

PT PLN (Persero) berencana akan memanfaatkan sisi kiri dan kanan jalan tol milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk membangun PLTS. Rencana pembangunan akan dilakukan sepanjang 802 km.

PROYEK ini menjadi bagian dari pengembangan Super Technology Green Corridor. Tujuannya untuk mendukung transisi energi dan memperkuat sistem kelistrikan nasional.

Berdasarkan paparan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam rapat dengan Komisi XII DPR, belum lama ini, tol Balikpapan-Samarinda ternyata masuk dalam rencana itu. “Sebagai contoh juga kami membangun super teknologi green corridor bahwa ada lahan di pinggir kiri kanan jalan tol,” akunya, seperti dikutip dari Detik.

“Sebagai contoh jalan tol milik Jasa Marga dengan panjang 802 km apabila di kedua sisi lebarnya sekitar 3-5 meter, maka ada sekitar 400-500 hektare,” timpal Darmawan.

Ia menyatakan, pembangunan PLTS tersebut juga akan dibarengi dengan pemasangan Battery Energy Storage System (BESS) yang dapat menampung listrik yang dihasilkan dari PLTS. Dengan begitu, program ini akan mampu meningkatkan kapasitas listrik nasional.

“Artinya ini ada setengah gigawatt peak dan tentu saja artinya dikalikan 3 kami bisa menambah baterai energy storage sistem sebesar 1,5 GWh,” katanya.

PLN juga menyiapkan konsep serupa di Jalan Tol Bali Mandara. Di lokasi tersebut, PLN berencana mengombinasikan PLTS dengan pembangkit listrik tenaga angin berbentuk silinder (cylindrical wind turbine).

“Nah ini kami tambahkan juga dengan pembangkit listrik tenaga angin tetapi yang berbentuk silindrical yang ini bukan hanya memproduksi energy dari angin tetapi juga menambah keindahan di pemandangannya. Ini rencana konsep pembangunan tol di Bali Mandara,” jelasnya.

Rencana memanfaatkan lahan ini akan mencontoh sejumlah negara yang telah melaksanakannya lebih dulu. Misalnya Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.

“Ini tentu saja kami melakukan benchmarking terutama di Uni Emirat Arab kemudian ada di United States terutama di California, di Saudi Arabia mereka punya akses terhadap gurun pasir yang sangat besar sekali sehingga masalah lahan ini tidak menjadi tantangan di dalam kondisi mereka,” terang Darmawan.

“Dan saat ini pemerintah sudah melakukan penugasan agar program PLTS 100 gigawatt ini sebagai penguatan sistem listrikan seantero Indonesia ini yang bisa mengubah tadinya energi import menjadi domestik energi fosil menjadi renewable energy, energi yang mahal menjadi lebih murah dan tentu saja ini adalah meningkatkan keandalan energi dan menyediakan affordable energy,” timpalnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda@gmail.com